FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Minim Alat Bukti, Polisi Sulit Ungkap Pelaku Pembunuh Anjani Gadis asal Subang

LEMBANG, TINTAHIJAU.com – Empat bulan berselang, pelaku pembunuhan sadis terhadap Intan Marwah Sofiyah alias Anjani Bee yang mayatnya ditemukan di parit depan hotel di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/3/2020) lalu belum juga terungkap.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan hal tersebut terkendala minimnya saksi, rekaman CCTV yang ada di lokasi pembuangan mayat perempuan asal Subang itu.

”Kita kekurangan saksi dan tidak ada CCTV di lokasi pembuangan mayat. Jadi belum bisa mengarahkan ke pelaku pembuangan dan pembunuhan korban,” kata Yoris seperti dikutip jabarekspers.com

BERITA LAINNYA:

Hasil Autopsi Anjani Bee Tewas karena Dipukul Benda Tumpul dan Tajam

Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis Anjani Bee, Polisi Periksa Puluhan Saksi



Yoris menjelaskan, hingga saat ini, ada sekitar 120 orang saksi yang diperiksa untuk mengetahui di mana, siapa, dan kapan Anjanii Bee dihabisi. Termasuk sopir angkutan online yang terakhir mengantarkan korban.

”Hampir 120 orang kita periksa tapi belum ada yang mengerucut. Kita coba patahkan semua alibi mereka, tapi masih juga belum jelas. Teman dekat, pacar, dan keluarganya sudah kita periksa semua,” jelasnya.

Pihaknya mendapatkan informasi jika sehari sebelum ditemukan tewas Anjanii Bee sempat bertemu dengan seorang pria. Kemudian dilakukan pemeriksaan ke lokasi yang ternyata berada di depan hotel di Bandung.

Untuk mengetahui pria tersebut, pihaknya langsung mengecek daftar tamu yang menginap tepat pada hari Anjanii Bee bertemu dengan sosok laki-laki misterius tersebut.

”Kita sudah cek semua kamar hotel bahkan kita periksa satu-satu daftar tamu yang menginap di hari itu dan hari sebelumnya. Tapi enggak ada yang mengarah ke terduga lelaki yang kami kejar,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Mayat Anjani Bee, gadis asal Cipendeuy, Subang ditemukan di sebuah selokan kecil pinggir jalan, dengan sejumlah luka. Hasil pemeriksaan sementara, beberapa luka disebabkan luka sayatan yang cukup dalam dari benda tajam dan luka lebam karena benda tumpul.

Pada tubuh korban juga didapati ada gambar tatto bertuliskan "fuck my life" di lengan kiri dan tatto bergambar burung hantu di lengan kanannya. Hasil identifikasi, diketahui mayat bertatto burung hantu itu, berinisial IS atau Intan Marwah Sofiah yang baru berusia 18 tahun.

Sumber: jabarekspres.com l photo: ayojakarta.com


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, 9 Pasien Covid-19 di RSUD Cideres Berangsur Membaik https://t.co/4EARTLNs6A
Dari Majalengka, AKP Wafdan Muttaqin Jabat Kasat Reskrim Subang https://t.co/XP8rSGKdiq
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Subang, Pada Senin 10 Agustus 2020 Bertambah Dua Orang https://t.co/T2YsqFTzTn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter