Kisah Perempuan Subang di Bali; dari Teraphis Spa, Narkoba Sampai Penjara

Berdalih demi memuaskan tamu saat memijat di spa, IY (27) warag Subanfg ini  rela konsumsi narkoba jenis sabhu.

Bahkan dengan mengkonsumsi sabhu, selain mengaku lebih percaya diri, perempuan muda asal Subang, Jawa Barat ini juga merasa lebih bertenaga saat memijat.

”Saya lebih percayadiri ketika ambil tamu (memijat tamu) dan  merasa lebih bertenaga. Tamu-tamu saya jadi puas dengan hasil kerja saya,” dalih IY

Kontan, atas pengakuan terdakwa kasus kepemilikan sabhu seberat 0,23 gram di depan Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuningsih, itu langsung membuat seisi ruang sidang senyum-senyum.

Menurut IY, sebelum akhirnya tertangkap dan didudukkan di kursi pesakitan PN Denpasar, ia mengaku sudah cukup lama mengenal narkoba.

Bahkan, ia mengenal sabhu sejak dirinya masih bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan. Saat itu, ia juga bekerja sebagai teraphis di salah satu spa di Taiwan.

Menurut IY, ia mengenal dan mengkonsumsi  sabhu karena diajak-ajak temannya sesama pekerja. Itu dilakukan untuk mengatasi kelelahannya selama bekerja.

“Setelah memakai jadi lebih semangat dan berenergi. Tapi saya mengabaikan efek kelanjutannya akan buruk.

Saya hanya mikir saat itu biar kuat tidak capek habis kerja,” terang perempuan berambut sepinggang itu.

Setahun di Taiwan, IY pun memilih kembali pulang kampung. Karena tidak menemukan pekerjaan yang cocok, IY merantau ke Pualu Dewata mencari pekerjaan yang serupa di Taiwan. Berbekal pengalaman yang dimiliki, akhirnya dia mendapat pekerjaan yang diinginkan.

Selama di Bali, IY indkos di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan. Menurut IY, setelah pulang dari Taiwan sudah sempat berhenti nyabu cukup lama. Namun, ketika berada di Bali kecanduannya kambuh. Hakim anggota I Wayan Kawisada sempat menanyakan kenapa kembali memakai barang haram itu.

“Saya lebih percaya diri ketika ambil memijat tamu,” jawabnya sedikit terbata-bata.

Ketika ditanya menyesal atau tidak, Iin langsung menunduk sembari menangis. Dia mengaku menyesal.

“Niat saya dapat uang lebih banyak untuk saya kirim ke orang tua di Jawa. Tapi sekarang saya malah ditangkap. Saya menyesal,” tuturnya terisak. [jpnn]

Foto: ikustrasi


Banner Kanan 3
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Peringati Hari Puisi, Budayawan Majalengka Gelar Macasukma https://t.co/CIyFGeOnY2
DPD PKS Subang: Kami Wakafkan Agus Masykur untuk Benahi Subang https://t.co/HyqZ6fcPTv
Ada yang Beda, Ini Penampakan Taman di Sisi Jalan Alun-alun Subang https://t.co/rRWfnWNV91
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page