Nyamar jadi Calon TKI, Polwan Subang Bekuk Pelaku Perdagangan Orang

Polres Subang berhasil mengamankan tiga orang yang terlibat dalam penjualan orang. Dalam proses penangkapan, Polisi Wanita sempat melakukan penyamaran untuk memancing otak dari aksi melawan hukum tersebut.

Kapolres Subang AKBP M Joni  didampingi Kasat Reserse Kriminal Polres Subang AKP M Ilyas Rustandi mengatakan penangkapan tiga pelaku masing-masing AN (warga Pagaden), AM (warga Binong) dan SR (warga Tanjungpinang) membutuhkan waktu empat hari. AN dan AM dibekuk lebih dulu di kediamannya. Sementara SR yang menjadi otak perdagangan Orang ini dibekuk di daerah Boyolali tempat tinggal orang tuanya

"Lebih dulu kita amankan AN dan AM. Dari hasil pengembangan, kita kejar SR dan menangkap didaerah Boyolali. Kita pancig dengan melakukan penyamaran, dua Polwan seolah-olah mau jadi TKW datang ke SR ini," kata AKP Ilyas

Dua Polwan yang menjadi 'umpan' itu didampingi lima anggota Polisi dan satu orang tersangka AM. Mereka bergerak ke Boyolali setelah melakukan komunikasi lewat nomor telpon AM. Semula pertemuan antara 'Calon TKI' dengan SR di daerah terminal. Namun saat tiba di lokasi, SR mengutus seseorang untuk menemui tim.

"Begitu sampai, dan dipastikan orang yang datang itu adalah utusan SR, Tim langsung membekuk mereka dan menunjukan rumah SR. Dari situ kita amankan SR yang kebetulan sedang di rumah orang tuanya," imbuhnya

Penangkapan terhadap tiga orang tersebut setelah kepulangan seorang TKW Haeriyah yang meninggal dunia di Malaysia setelah tiga bulan bekerja. Haeriyah ini berangkat melalui jasa ketiga orang tersebut. Dari hasil penyelidikan Haeriyah berangkat ke Malaysia lewat jalur ilegal. Setelah dilakukan penyelidikan, Polisi mengarah kepada AM dan AN kemudian SR yang menjadi otak aktivitas penjualan orang di Subang.

AM dan AN ini bertugas merekrut Cal;on TKI, sementara SR yang menyediakan akomodasi sampai ke Malaysia. Haeriyah bukan satu-satunya TKW yang berangkat melalui jaringan ini. Data dari pihak kepolisian, sedikitnya 25 orang sudah berangkat sebagai TKI dengan Pasopr sebagai pelancong

Baik SR, maupun AN dan AM kini mendekam di tahanan Mapolres. Keduanya diganjar Pasal berlapis yakni Pasal 2 dan atau Pasal 4 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) dan Pasal 102 dan atau Pasal 103 dan atau Pasal 104 UU RI No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dengan ancaman Pidana 1 (s


Ikuti Lintasan Berita via socmed:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

300 Jendral Siap Menangkan Prabowo-Sandi https://t.co/Cm6lHBwcnp
Pasangan Calon Presiden sudah ada, nomor urut juga sudah. Siapapun jagoannya #2019TetapNgopi Dapatkan Kaos… https://t.co/vmLylspsz5
Kangen lagu romantisnya ARMADA BAND, mau dinyanyikan di depan tercinta? Datang dan nikmati di Cafepedia Jl. Otist… https://t.co/WQB4dEh2Os
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page