Follow us:

Kernet Bus Cabuli Anak Ingusan di Kendaraan Umum

Seorang kernet bus PO Agung Mulia ditangkap Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak perempuan berumur 11 tahun di dalam bus.

"Pelaku berinisial TS (35) warga Provinsi Jawa Timur itu diamankan pada hari Sabtu (12/5/18) malam, usai mencabuli anak di bawah umur tersebut tanpa perlawanan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Ignatius Agung Prasetyoko melalui Kasubdit Renata AKBP Istadi, di Palangka Raya

Terkuaknya perbuatan tidak terpuji yang dilakukan TS tersebut diketahui Anisa (35) yang adalah orang tua korban. Setelah korban menceritakan perbuatan TS kepadanya saat berada dalam perjalanan dari Kota Sampit menuju Kota Palangka Raya.

"TS melakukan perbuatan cabul itu saat orang tua dan korban duduk di bagian kursi depan bus tujuan Kota Palangka Raya tersebut. Saat itu orang tuanya sedang tidur, tangan pelaku menggrayangi alat vital korban," katanya.

Mendapat cerita dari anaknya itu, Anisa tidak terima apa yang sudah diperbuat oleh pelaku terhadap buah hatinya. Ia langsung menghubungi keluarganya yang berada di Kota Palangka Raya, sehingga perkara tersebut langsung di laporkan ke Polda Kalteng.

Aparat keamanan setelah menerima laporan tersebut, pihaknya bergerak cepat agar pelakunya tidak melarikan diri usai mencabuli anak di bawah umur tersebut.

"Bus yang sudah diincar sama anggota, ketika baru saja masuk ke dalam kota langsung digiring aparat yang berwajib menuju Polres Palangka Raya. Saat itu lah pelaku langsung diamankan petuga," ucapnya.

Belum diketahui apa motif pelaku hingga berani berbuat hal seperti itu. Namun pihak kepolisian juga masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, beberapa orang saksi serta orang tua korban yang mengetahui mengenai hal tersebut.

Pelaku kini masih menjalani pemeriksaan Psikologi di Mapolda Kalteng, guna mengetahui secara jelas kondisi kejiwaan pelaku mengapa nekat sampai melakukan perbuatan itu. Akibat perbuatannya itu, pelaku yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka itu sudah mendekam di Rutan Mapolda setempat.

Bahkan pasal yang diterapkan ke pelaku itu adalah pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak RI Nomor 35 Tahun 2015 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman penjara dari pasal tersebut minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang berhasil kami amankan adalah pakaian korban," tandas perwira berpangkat melati dua tersebut.

sumber:


Twitter Update

Seniman Asal Belanda dan Korea ikut Galang Dana Lombok https://t.co/lMSKD9RBui
Masyarakat Majalengka menggelar Pawai Obor di Jalan KH Abdul Halim, Majalengka guna menyambut Hari Raya Idul Adha 1… https://t.co/QSK0RmDbD7
Kini, Subang Punya Pabrik Batik Sendiri aja https://t.co/7PVEVVG5Zw
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page