Menjelang Ramadan, Waspadai Marak Beredarnya Uang Palsu

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengingatkan agar pemerintah dan berbagai pihak terkait dapat mengawasi peningkatan peredaran uang palsu yang berpotensi terjadi menjelang datang bulan suci Ramadan. "Berdasarkan kasus di tahun-tahun sebelumnya, peredaran uang palsu meningkat pada waktu-waktu tertentu seperti Ramadan dan Lebaran," katanya, Kamis, 10 Mei 2018.

Terlebih, menurut politikus Partai Gerindra itu, bulan puasa dan Lebaran ini juga bertepatan dengan adanya momen tahun politik, baik Pilkada 2018 maupun menjelang Pemilu 2019. Untuk tahun 2018 ini Pilkada Serentak digelar di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.


Pemerintah, kata Heri, jangan melihat jumlah kasus peredaran uang palsu yang menurun. "Sebab, meski menurun, tapi sindikat pengedar uang palsu masih cukup masif di tengah masyarakat," ucapnya. Modus kejahatan peredaran uang palsu semakin canggih karena ditengarai bukan hanya rupiah tetapi juga mampu membuat mata uang asing palsu.

Sebelumnya, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta berupaya mencermati peredaran uang palsu menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2018. "Uang palsu ini harus dicermati, selain pilkada, faktor yang juga mempengaruhi yaitu momentum menjelang bulan puasa dan Lebaran," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Surakarta Bidang Advisori dan Pengembangan Ekonomi Daerah Taufik Amrozy, di Solo, Jumat, 27 April 2018 lalu.

Bank Indonesia, menurut Taufik, tidak bekerja sendirian melainkan juga melakukan kerja sama dengan kepolisian. Sebelumnya, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu mengajak semua pihak khususnya masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, apalagi akan memasuki bulan suci Ramadan yang notabene masyarakat lebih konsumtif.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra, menyebutkan, tidak hanya Ramadan, saat ini di Kota Bengkulu juga sedang ada gelaran Pilkada 2018 dan juga ada agenda besar masyarakat lainnya yakni tahun ajaran baru. "Menjadi kesempatan bagi oknum untuk menyebarkan uang palsu, ketika tingkat konsumsi melonjak, artinya transaksi meningkat, karena itu perlu hati-hati," tuturnya. ANTARA

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 6
Banner Kanan 1
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5

Twitter Update

Pemuda Majalengka Terlibat dalam Penggarapan Film Wiro Sableng 212 https://t.co/cBfpAbBuf8
Bermula dari Hobby, Rusmana Sukses Bisnis Burung Puyuh https://t.co/RAMHkDa6M1
Isi Ramadan, Polisi Ini Tadarus Bersama Hingga Ajari Warga Mengaji @resmajalengka https://t.co/8SQ3IPbSGP
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page