Tragis! Asusila Dominasi Kasus yang Menimpa Anak di Subang

TINJAU SUBANG- Asusila menjadi kasus tertinggi yang menimpa anak-anak di Kabupaten Subang. Catatan dari KPAD Subang, sebanyak 21 kasus pencabulan dan persetubuhan menimpa anak di bawah umur

Catatan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Subang, selama delapan bulan (Januari-Agustus) kasus kekerasan yang menimpa anak-anak terjadi 21 kasus. untuk kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, tercatat 12 kasus, kekerasan terhadap anak dibawah umur, tercatat 4 kasus dan anak berhadapan dengan hukum, tercatat 5 kasus.

TINJAU BERITA TERKAIT
Diduga Cabuli 3 Muridnya, Polisi Tangkap Staf TU SMP di Compreng Subang
Modal Rp20 Ribu, Warga Subang Perkosa Bocah Ingusan di Rumah Kost
Bupati Subang Akan Terbitkan Perbup Ramah Anak

Yang terbaru, adalah kasus yang menimpa siswi SMP di daerah Compreng. Ketiga pelajar itu dicabuli dan disetubuhi oleh seorang pegawai di SMP tempat mereka belajar. Kasus ini sedang ditangani PPA Polres Subang. Sementara pelakunya, sudah dijebloskan ke tahanan Mapolres.

Komisioner KPAD Jaka Arizona menyebutkan jumlah tersebut, baru yang tercatat dalam KPAD. faktanya, menurut Jaka, bisa saja lebih banyak dari yang ada di KPAD. Faktor takut dan malu, menjadi alasan orang tua tidak melapor kejahatan yang menimpa anaknya.

"Keluarga dan sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi anak. Karena disanalah tumbuh kembang anak berlangsung, dan disanalah watak dan karakter anak dicetak, namun di subang sekolah dan rumah belum 100% menjadi tempat yang aman bagi anak, karena lagi lagi masih banyak kita temui korban kekerasan baik fisik, seksual, maupun psikis pelakunya tidak lain adalah orang orang yang seharusnya menjaga, mendidik dan melindungi," papar Jaka

Banyaknya kasus yang menimpa anak di bawah umur, Jaka menegaskan Subang darurat kekerasan anak. Ironisnya, masyarakat masih melihat kasus yang menimpa anak ini sebagai fenomena kriminal biasa. Jaka memapakan dalam beberapa kasus seorang istri yang jelas jelas suaminya melakukan kejahatan seksual terhadap anak justru mempengaruhi si korban dan keluarga korban untuk mencabut laporannya.

"Ini fenomena sosial yang aneh, karena jika suaminya berbuat selingkuh seorang istri biasanya akan marah besar, namun mengapa ketika suami berbuat cabul terhadap anak dibawah umur justru dibela. Sekali lagi kami menghimbau kepada masyarakat untuk saling memantau dan saling mengingatkan satu sama lain agar tercipta lingkungan yang ramah anak, dan laksanakan fungsi keluarga dan sekolah sebagaimana mestinya," tandasnya



___________
Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Twitter Update

Cabuli Bocah Ingusan, Warga Palasah Majalengka ini Numpang di Rumah Teman https://t.co/3ciankwfWx
Pipin Chikal, Bidan Subang dengan Segudang Prestasi di Sirkuit https://t.co/GlLZhrdxXb
Jejak Seni Gembyung di Tengah Gempuran Musik Modern https://t.co/W41rm8gCiH
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page