FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Memalsukan Surat Rapid Test dan Swab Masuk Tindak Pidana


SUBANG, TINTAHIJAU.com - Meingkatnya kasus positif Covid-19 membuat pemerintah kembali memperketat aturan, masyarakat dihimbau untuk tidak bepergian tanpa surat Swab atau rapid Test. Celah ini digunakan oleh sebagian oknum untuk membuat Surat Rapid Test atau Swab palsu.

Seperti yang dilakukan oleh tiga orang oknum mahasiswa berinisial MHA, EAD dan MAIS yang memalsukan surat keterangan bahwa dirinya telah menjalani tes Polymerase Chain Reaction atau PCR Swab. Ulah mereka terungkap setelah salah satunya tertangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memalsukan surat swab ataupun rapid. Sebab, pihaknya bisa memproses secara hukum apabila ketahuan memalsukan surat tersebut.

BACA JUGA:
Ratusan Sivitas Universitas Subang Diswab, Dan Inilah Hasilnya
Puluhan Nakes Positif Covid-19, RSUD Ciereng Subang Akan Swab 176 Kontak Erat
15 Nakes Positif Covid-19, RSUD Ciereng Subang Swab 55 Nakes
Tanpa Gejala, Hasil Swab 13 Warga Subang Positif Covid-19

Masalahnya, jika memang ternnyata orang yang membawa surat Swab itu postif Covid-19, maka dirinya akan menjadi penyebar virus Covid-19, kemungkinannya sangat banyak, dia bisa menjadi penyebar di clsuter di peswat maupun di daerah yang ia kunjungi.

Lebih lanjut Yusrti mengatakan; "Pembelajaran dari ini, tindak pidana akibatnya nanti cukup besar. Kebetulan yang bersangkutan negatif. Bagaimana kalau positif, tanpa melalui PCR cukup melakukan pemalsuan surat bisa berangkat," ujar dia seperti yang TintaHijau.com kutip dari Akurat.co Kamis (7/1/2021).

"Jangan sampai dijadikan modus dan teman teman penerbangan bisa lebih teliti lagi dalam hal melihat surat hasil PCR seseorang," tegas dia.

Sebelumnya, ketiga tersangka yang memalsukan surat test Swab palsu itu  ditangkap Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda, MHA di tangkap di Bandung, Jawa Barat, EAD ditangkap di Bali, dan MAIS ditangkap di Jakarta.

MHA dan EAD berperan dalam kasus ini mempromosikan surat palsu Swab PCR tanpa harus swab beneran dengan harga Rp, 650 ribu. Kemudian, MAIS itu beperan sebagai pembuat surat Swab PCR palsu dengan nama PT. Budiman Maju Megah Farmasi.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Sukses Jadi Petani Muda, Adi Priatna: Ada Doa Hebat Ibu di Belakang Saya https://t.co/hyOTnuZUVe
Xiaomi Bantah Tudingan Pemerintah AS, Xiaomi Bukan Perusahaan Militer China https://t.co/kVkZPy4E3w
Bupati Subang: Bulan Ini Ada Rotasi Mutasi Jabatan! https://t.co/yLfbeN4BKG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter