Follow us:

Eks Bendahara Dinkes Subang Divonis 7 Tahun Penjara

Majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) memvonis mantan bendahara pengeluaran Dinkes Subang Suhendi hukuman tujuh tahun, denda Rp 200 juta, subsider kurungan enam bulan. Vonis majelis lebih berat satu tahun dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU), yakni enam tahun penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan penyelewengan APBD Subang TA 2014, di Dinkes Subang dengan kerugian negara hasil perhitungan BPK Rp 15 miliar lebih. Sidang yang dipimpin Hakim Fuad Muhammadi digelar di ruang 1 PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (30/5/2018).

Dalam amar putusannya, Fuad menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam dakwaan primair pasal 2 ayat 1 (satu) Undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor). "Menjatuhkan pidana tujuh tahun penjara, denda Rp200 juta, subsider kurungan enam bulan," katanya dalam amar putusannya.

Selain hukuman badan dan denda, Suhendi juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 11 miliar lebih. Uang tersebut harus dikembalikan ke negara paling lambat satu bulan setelah putusan inkrah. Jika tidak memiliki uang, harta bendanya akan disita, dan jika tidak memiliki harta benda diganti dengan hukuman penjara selama dua tahun.

Sementara hal yang meringankan dan memberatkan yang jadi bahan pertimbangan, untuk memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah. Meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Atas putusan tersebut, Suhendi dan kuasa hukumnya mengambil sikap pikir-pikir, begitujuga dengan tim JPU.

Nama Suhendi mencuat setelah KPK menangkap jaksa Devianti jaksa yang menyidangkan kasus korupsi BPJS dengan terdakwa Jajang Abdul kholik dan Budi Subiantoro.

Dalam kasus tersebut Bupati Subang Ojang Suhandi juga ditangkap KPK. Dalam kasus OTT ini, Jajang juga dijadikan tersangka oleh KPK karena menyuruh istrinya Jajang memberi uang ke jaksa Devianti atas perintah Jaksa Fachri Nurmallo.

Suhendi mulai disebut-sebut dalam persidangan saat Kabid Yankes Jajang Abdul Kholik disidangkan dalam kasus korupsi dana BPJS sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 2,6 miliar. Selain divonis penjara, Jajang juga harus mengembalikan kerugian negara Rp 1 miliar lebih.

Jajang dinilai telah melakukan korupsi dan melanggar pasal 2 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001. Kasus korupsi itu terungkap setelah ada temuan kerugian negara Rp 2,6 miliar, oleh BPK. Berdasarkan audit BPK, dari dana tersebut dipotong Kabid Yankes Rp 155 juta, bidang Yankes Rp 825 juta termasuk di dalamnya karyawan Dinkes dan puskesmas.

Pemotongan terbesar diambil oleh Suhendi, Kabid Anggaran Pengeluaran di Pemkab Subang sebesar Rp 1,020 miliar. Setelah KPK menetapkan tersangka terhadap Ojang Suhandi, Bareskrim Mabes Polri kemudian menetapkan Suhendi sebagai tersangka. Kasus Suhendi pun ditangani oleh Bareskrim dan Kejakgung sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejari Subang. [inilah.com]


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Guru SD jadi Primadona Ribuan Pelamar PNS di Majalengka https://t.co/KDflrFMPXS
Hilang Setahun di Hutan Cikole, Kerangka Mak Titing Ditemukan di Daerah Ciater https://t.co/r9K0UqN7Ns
Soal Bonus Atlit, Plt Bupati Subang 'Lempar Bola' ke KONI https://t.co/4tBtdxpeDt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page