KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan Bupati Subang, Imas Aryumningsih, tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat.

Diperiksa KPK, Bupati Subang: Boro-boro Rp1.5 Miliar, Sepeserpun Tidak Terima

Selain Imas, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya yakni, Kepala Bidang Perijinan Badan Penanaman Modal dan Perijinan Kabupaten Subang, Asep Santika, seorang wiraswasta bernama Data dan pengusaha Miftahuddin.

"Dilakukan perpanjangan penahanan untuk empat tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan di Pemerintah Kabupaten Subang," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

Febri mengatakan masa penahanan Imas dan tiga tersangka lainnya diperpanjang selama 40 hari ke depan terhitung sejak 6 Maret 2018.

KPK Periksa Imas Aryumningsih Sebagai Tersangka
Ketua KPK: OTT Calon Kepala Daerah Agar Rakyat Tak Salah Pilih
Suap Bupati Subang, KPK Telusuri Keterlibatan Petinggi Perusahaan
KPK Periksa Lima PNS Subang Terkait Kasus Suap Imas Aryumningsih

Sehingga, Imas yang merupakan calon petahana di Pilkada Subang, dan tiga tersangka lainnya bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 14 April 2018. "Perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai dari tanggal 6 Maret 2018 sampai dengan 14 April 2018," jelas Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Subang Imas Aryumningsih sebagai tersangka suap perizinan pendirian pabrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Imas dijerat bersama tiga orang lainnya, yaitu Miftahhudin selaku pihak swasta, Data selaku pihak swasta, dan Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang , Asep Santika.

Miftahhudin selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Imas, Data, dan Asep disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [tribun]

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Satpol PP Sumedang Amankan 10 Pasangan Mesum di Hotel https://t.co/mBQRzBLNfX
Fix! Ini Jadwal Pelantikan Bupati Majalengka Terpilih https://t.co/JE9mp57AWl
Di Tangan Mojang Sumedang, Lembaran Kertas ini Jadi Karya Bernilai Rupiah https://t.co/tprTgotF33
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page