Follow us:

Diperiksa KPK, Bupati Subang: Boro-boro Rp1.5 Miliar, Sepeserpun Tidak Terima

Bupati Subang nonaktif Imas Aryumningsih kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan pembangunan pabrik di Subang. Imas hadir di kantor KPK pada pukul 09.55 dengan mengenakan rompi oranye tahanan KPK dan baju batik.


KPK Periksa Imas Aryumningsih Sebagai Tersangka
Ketua KPK: OTT Calon Kepala Daerah Agar Rakyat Tak Salah Pilih
Suap Bupati Subang, KPK Telusuri Keterlibatan Petinggi Perusahaan
KPK Periksa Lima PNS Subang Terkait Kasus Suap Imas Aryumningsih


Ia menjalani pemeriksaan sekitar 2 jam. Saat berjalan keluar, ia sempat menjawab sejumlah pertanyaan wartawan. Saat ditanya soal benarkah ia menerima suap, Imas membantahnya. "Enggak, boro-boro (terima Rp 1,4 miliar). Enggak sepeserpun saya terima uang," kata Imas seperti dikutip dari tempo.co.

Ia juga menyampaikan bahwa agenda pemeriksaannya hari ini hanya agenda tambahan pemeriksaan. Selain Imas KPK memanggil tiga  tersangka lainnya dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait pengurusan perizinan di Pemerintah Kabupaten Subang. "Penyidik hari ini memanggil empat tersangka kasus suap pengurusan perizinan di Pemkab Subang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah

KPK menangkap Imas bersama tiga orang lainnya dalam kasus suap perizinan pabrik di Subang. Imas disebut menerima uang suap sebesar Rp 1,4 miliar dari dua perusahaan yang sedang mengurus izin pembangunan pabrik dan tempat usaha di Subang.

Tiga tersangka lainnya, yaitu Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kabupaten Subang Asep Santika serta Miftah dan Data dari pihak swasta. Miftah berperan sebagai pemberi suap dari tiga tersangka lainnya. Keempat tersangka itu diperiksa penyidik KPK hari ini.

Adapun Bupati Subang Imas bersama Data dan Asep Santika sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 (a) atau (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

foto: net

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU