Bibit Samad Rianto: Pendidikan Pemberantasan Korupsi harus Ditanamkan sejak Dini

Ketua umum Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Dr Bibit Samad Rianto menegaskan, pendidikan pemberantasn kasus korupsi harus dilakukan sejak dini di lembaga formal nonformal.

Hal itu diungkapkan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut saat pengukuhkan dewan pengurus daerah (DPD) GMPK Kabupaten Majalengka, di aula SKB Majalengka, Rabu (27/12/2017).

Bibit juga mengukuhkan Rokayah Dargi De Groot sebagai Ketua GMPK Majalengka beserta jajaran pengurus lainnya. Dalam sambutannya, Bibit mengatakan GMPK adalah organisasi terbuka yang terbentuk secara patungan dan dana donatur tanpa paksaan yang terus menawarkan jalan keluar melawan korupsi.

"Beberapa program yang terus dilakukan GMPK antara lain riset untuk menemukan daerah rawan praktek korupsi, solusi berupa seminar, lokakarya, simposium, dan kegiatan sejenis, konsultasi dan pencerahan untuk menangani korupsi di tubuh lembaga masing-masing, advokasi berupa bantuan penyelesaian tipikor, dan pendidikan pemberantasan korupsi sejak dini di sekolah formal, non formal, dan masyarakat umum," papar Samad

Dengan dibentuknya pengurus GMPK Majalengka, Bibit berharap bisa mengeliminasi keinginan niat korupsi, mencegah kerawanan korupsi, serta mampu mengawasi, mengatur, dan menertibkan kerawanan korupsi.

Ketua GMPK Majalengka Rokayah Dargi De Groot mengatakan GMPK mengajak masyarakat untuk memerangi korupsi yang tidak pernah hilang dari muka bumi ini termasuk di Indonesia. "Karena korupsi bisa terjadi dan dilakukan siapa saja karena adanya empat unsur korupsi dalam kehidupan, adanya niat, kesempatan, kemampuan dan sasaran untuk dikorupsi,"jelas dia.

Dikatakan dia, Korupsi bisa dilakukan dimana pun baik di lembaga eksekutif, legislatif, termasuk lembaga para penegak hukum atau Yudikatif, serta lembaga-lembaga lainnya baik di pusat maupun daerah. Untuk itulah didirikan GMPK yang diprakarsai Pak Bibit Samad Rianto pada tanggal 25 November 2013.

Rokayah Dargi De Groot menegaskan pihaknya akan terus membangun komunitas-komunitas integritas anti korupsi di dalam masyarakat khususnya di Kabupaten Majalengka. "Semoga spirit ini bisa selalu bersinergi dengan Pemkab Majalengka maupun lembaga-lembaga swadaya masyarakat lainnya serta peran aktif mahasiswa dan masyarakat dan pemuda-pemudi agar kita tanamkan anti korupsi sejak dini,"tukas dia.

Jajaran Pengurus GMPK Kabupaten Majalengka Ketua Rokayah Dargi De Groot, Wakil Ketua Sukarso, Sekretaris Kresna Humaniora, Wakil Sekretaris Mimin Kusminawati, Kepala Sekretariat Jafar Kurnia Sandi, Kabid Organisasi dan Kaderisasi Boy Heru Hendrawan, Kabid Humas Abduh Nugraha, Bendahara Adi Kustiadi, Kabid Litbang Agyl Manda Hutomo, Kabid Advokat Agus Setiawan, Kabid Konsultasi Action Plan Ana Lesmana, Kabid Pendidikan Anti Korupsi Eva Setiawan, Kabid Bidang Solusi Hamdan Driyan Adiwijaya, Anggota Erwin Sopyan, Rudi Rahmat, Nanang Adima. (Abduh)



Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Banner Kanan 1

Twitter Update

Bupati Subang: Kita Banyak Stok, Gak Perlu Impor Beras https://t.co/4Xg5oQTWlF
Hanura Putuskan Dukung Maman-Jefry di Pilkada Majalengka https://t.co/XbSdh3g1Ux
Pedagang Pasar Jualan di Depan Pendopo Bupati Subang https://t.co/jBxLeiHb6Y
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page