Follow us:

Refleksi Hari Anti Korupsi, Kejari Majalengka Tangani 3 Kasus Korupsi

Kejaksaan Negeri Majalengka dalam refleksi hari anti korupsi internasional menangani dan menindaklanjuti 3 kasus korupsi yaitu dugaan kasus korupsi ADD di Desa Cipasung dan Desa Jagamulya Kecamatan Lemahsugih dan penambahan tersangka dugaan korupsi dana CSR BUMN Sanghyang Sri.

"Untuk kasus korupsi dana CSR dan dua Kepala Desa sudah ada tersangkanya," kata Kajari Majalengka Hasbih,  SH, kepada TINTAHIAJU.com di sela-sela Refleksi Hari Anti Korupsi di Kantor Kejari Majalengka, Selasa (12/12/2017).

AR (35) mantan Kepala Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka menjalani penahanan Kejaksaan Negeri Majalengka di Rutan Kebonwaru, Bandung, atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa tahun 2014 atau diakhir masa jabatannya dengan nilai kerugian sebesar Rp 114.000.000.

Menurut keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Hasbih, disertai Kasie Pidsus Leila Qadria PM, tersangka AR mulai melakukan penahanan di Lapas Kelas B Majalengka pada Kamis (2/11/2017) lalu.

"setelah itu yang bersangkutan mengalami perpanjangan amsa tahanan hingga 14 November untuk melengkapi berkas perkara penyidikan. Dan saat ini berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung," kata Hasbih

Sementara Kasi Pidsus Kejari Majalengka Leila Qadria menjelaskan tersangka korupsi dana ADD Kades Cipasung  AR ini akan menjalani persidangan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa tahun 2014 yang diduga dipergunakan tersangka untuk kepentingan pribadi.

Jumlah Alokasi Dana Desa yang diterima pemerintah desa setempat totalnya sebesar Rp 136.000.000, namun yang dipergunakan untuk kepentingan pembangunan desa hanya sebesar Rp 22.000.000 saja sisanya sebesar Rp 114.000.000 dipergunakan sendiri untuk kebutuhan konsumtif.

Berdasarkan keterangannya terhadap penyidik, dia menggunakan ADD karena merasa selama menjabat telah melaksanakan pembangunan di desanya, sehingga ADD tahun terakhir dimanfaatkannya sendiri. Diapun bahkan tidak membuat laporan keuangan menyangkut pertanggungjawaban keuangan yang dipergunakannya.

Dikatakan dia,  dalam hari Anti Korupsi Internasional Kejaksaan Negeri Majalengka menggelar Lomba Pidato bagi pelajar SLTA/SMK se-Kabupaten Majalengka dengan tema deteksi dini terhadap pencegahan tindak pidana korupsi. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) Tahun 2017, di Kantor Kejaksaan Negeri Majalengka.

Leila Qadria, SH, menerangkan dalam rangka memperingati HAKI yang jatuh pada tanggal 9 Desember, Kejaksaan Negeri Majalengka telah melakukan berbagai kegiatan di antaranya, upacara peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2017 di lingkungan kejaksaan, penempelan stiker himbauan masalah korupsi yang dilakukan. [Abduh]



Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Promosi dan iklan: 085352324271


Twitter Update

Ribuan Santri Subang akan Dzikir dan Do'a Bersama untuk Jokowi dan Keutuhan NKRI https://t.co/nrMsGQgc3A
Fraksi Absen di Paripurna, Sekjen PDIP Subang: Mereka Sakit https://t.co/2RyhtZEADX
Kecanduan ML, Pemuda Asal Subang ini Alami Masalah Serius pada Matanya https://t.co/JeeKSfKD02
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page