FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Respon Informasi Facebooker, Kodim Subang Sisir Agen LPG 3 Kg

TINJAU SUBANG- Dalam beberapa hari terakhir ini ketersediaan Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Subang sulit didapati. Warga mulai resah dan menjerit.

Keresahan warga ini dilampiaskan dalam status social media, Facebook. Mereka menyampaikan informasi kelangkaan di daerahnya.
Informasi itu tidak saja disampaikan melalui wall pribadi mereka, tapi dishare via group facebook.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605 Subang Budi Mawardi Syam yang aktif bersocmed dan gabung di sejumlah group FB Subang itu merespon keluhan warga dengan memerintahkan anggotanya untuk turun ke lapangan memastikan ketersediaan stok Gas LPG bersubsidi itu.

"Ini hanya sebagian foto setelah anggota melaksanakan pengecekan ke lapangan setelah saya mendapatkan masukan dari beberapa rekan FB," tulis Dandim melalui akun Facebook miliknya.

Soal ini, Dandim sadar diri. Maklum saja, sejumlah aksi yang dilakukan kerap dinilainya offside. Seperti terlibat dalam razia atau melakukan bedah rumah bagi warga. Ia mengatakan aksi itu hanya untuk mendapatkan informasi utuh langsung dari lapangan untuk dismapaikan ke pihak berwenang. Sementara penanganan, ia menyadari, itu bukan wilayahnya.

"Penangan masalah gas memang bukan kewenangan kodim. Namun saya akan berupaya mendorong pihak terkait agar segera ada solusi dan penanganan masalah Gas LPG 3 kg ini. Secara garis besar kita sudah mengerti duduk persoalannya," jelasnya.

Hasil dari turun lapangan anak buahnya itu, akan menjadi bahan untuk melaporkan temuannya ke pihak berwenang. Sadar dengan kapasitasnya, Dandim berharap pihak terkait segera melakukan tindakan ril dalam penanganan kelangkaan LPG 3 KG yang sudah membuat resah warga.

"Nanti akan saya sampaikan kepada yang berwenang sebagai bahan masukan. Prinsipnya saya masih mendorong pihak pihak terkait untuk peduli. Insya Alloh pada hari Selasa akan diadakan rapat dengan semua pihak setelah saya koordinasi dengan Asda 1 dan beberapa pihak terkait. Mudah mudahan segera ada solusinya," pungkasnya.

Warga Subang, mengeluhkan susahnya memperoleh gas elpiji tabung tiga kilogram. Mereka harus berburu gas bersubsidi tersebut hingga lintas perbatasan kecamatan. Itu pun dengan harga lebih mahal. Ucup, warga Desa Cihambulu, Kecamatan Pabuaran, mengatakan si melon (elpiji 3 kilogram) mulai susah didapatkan sejak dua pekan terakhir. "Saya beli satu tabung harganya Rp 24 ribu per tabung," kata Ucup

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Cipeundeuy, Kalijati, Dawuan, Pagaden, Pagaden Barat, dan Cisalak, termasuk di Kota Subang. "Saya beli Rp 22 ribu per tabung, itu susahnya minta ampun. Buat apa pemerintah menyuruh mengganti minyak tanah ke gas kalau gasnya susah didapat?"" kata Darsim, pemilik warung nasi di Kota Subang. Ia berujar.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Subang Bambang S mengaku diriny belum megetahui percis penyebab kelangkaan LPG 3 Kg. Padahal menurut dia, stok LPG 3 Kg untuk Subang sebanyak 42 juta kilogram atau sekitar 1.4 juta tabung dalam setiap bulannya.

Namun Bambang menduga, kelangkaan LPG 3 Kg itu faktor distribusi. "Rentang distribusi kurang baik, terutama dari pangkalan ke warung-warung eceran. Kita akan cek ke lapangan. LPG 3 Kg ini subsidi, peruntukannya jelas buat warga, tapi ada yang mengisi ke rumah makan atau hotel. Inikan gak boleh, mereka harus menggunakan LPG nonsubsidi,," katanya.

Sayangnya, jelas Bambang, Pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk menindak pengusaha yang bermain soal stok LPG 3 Kg tersebut. "Kita hanya bisa mencatat dan mengawasi, tidak memiliki kewenangan. Adanya di Pertamina," kata Bambang.

 

follow  twitter @tintahijaucom l FB Berita Tintahijau

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bertambah 12 Orang, Jumlah Kasus Covid-19 di Subang Tembus 335 Orang https://t.co/LOn5KeKmgi
Covid-19 Masih Mengancam, Wisatawan ke Subang Akan Dirapid Test https://t.co/LpnDlKi94U
Banyak Warga Subang Berharap Adopsi Bayi Dalam Kantong Plastik https://t.co/uRg3XskQx3
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter