FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Warung Dadakan Siap Sambut Ribuan Pemudik via Pantura Subang

TINJAU PATOKBEUSI- Keberadaan jalan tol Cipali (Cikopo-Palimanan) tidak membendung antusias warga untuk mendirikan Warung Dadakan di sisi jalan Pantura. Eksistensi warung dadakan yang hampir ada setiap mudik lebaran, tidak tergerus dengan kehadiran tol terpanjang di Indonesia tersebut.

Banyak kalangan memprediksi, keberadaan Jalan Tol, 40% akan mengurangi beban volume kendaraan di jalur pantura. Kendati begitu, jalur pantura bakal tetap menjadi idola pemudik terlebih bagi pemudik kendaraan roda dua. Alasan itu yang menjadi semangat warga Pantura kembali mendirikan warung dadakan di sisi jalan pantura Subang.

Apalagi momentum mudik lebaran, menjadi peluang bagi warga Pantura untuk mengeruk keuntungan dari pemudik lebaran. Ratusan warga pun mendirikan warung mudik atau warung dadakan di sisi jalan Pantura.

Untuk mendirikan warung mudik ini, bukan perkara sederhana. Jauh-jauh hari mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk bisnis mudik ini. Bukan saja modal, namun yang utama adalah lokasi tempat usaha mereka. Sebagian besar dari mereka meyakini SPBU adalah lokasi potensial untuk mencari "berkah" mudik lebaran.

Maklum saja, pada saat mudik lebaran, ratusan kendaraan yang datang bukan saja untuk mengisi BBM tapi tidak sedikit yang dimanfaatkan untuk istirahat. "kita tak boleh lelet mencari lahan kosong yang bisa di jadikan lahan usaha menjelang lebaran atau musim pemudik, jangan sampai keduluan oleh pedagang lain, tak mudah untuk mendapat lokasi strategis seperti ini," kata Anton yang asik membenahi warung mudik di kawasan SPBU Patokbeusi.

Setelah mendapati lokasi dagang, merekapun harus lakukan sosialisasi ke lingkungan setempat, dan membuat permohonan ijin lingkungan kepada pemilik tanah, hingga aturan seperti tidak membuang sampa sembarangan. "kesempatan ini cuma setahun sekali, saya bela-belain untuk bisa dagang. Lumayan untuk biaya makan sehari-hari dan kebutuhan keluarga, biaya anak sekolah, dan beli baju lebaran keluarga," kata Anton.

Barang dagangan yang ia jual, adalah makanan dan minuman siap saji. seperti minuman ringan, Kopi hangat, makanan ringan dan nasi alakadarnya. Selain Anton, ada ratusan pedagang warung mudik lainnya yang menjejali SPBU, rumah makan dan sisi jalan Pantura. Berkaca dari tahun sebelumnya, keberadaan warung mudik, terpantau berada dari mulai Patokbeusi sampai Pusakanagara.

Gina (42) misalnya. Pedagang warung dadakan di sisi jalan daerah Patokbeusi itu hampir setiap tahun momen ramadan selalu dimanpaatkan untuk mengais rezeki dan membuka usaha warung di pinggir jalan. Si warung ini menyiapkan makanan ringan dan makanan siap saji serta Es Kelapa Muda, pembelinya ialah pengemudi yang melintas di jalur Pantura.

"Membuka usaha warung semacam ini keuntungannya sangat menjanjikan, dari modal awal hanya Rp500 ribu, dalam sehari bisa meraup keuntungan mencapai Rp.40-50 ribu," kata Gina

Untuk melayani pembeli, kata Gina, ia tidak sendiri di bantu oleh istrinya, dari hasil penjualan warung ini nantinya akan digunakan untuk bekal hari raya idul fitri dan biaya sekolah anak. "Karena sekarang bulan suci ramadhan operasi warung dadakan itu di sesuaikan dengan kondisi ramadhan. Kita buka sore," pungkasnya. [Sandy Zaenudin]

foto: ilsutrasi

Follow twitter @tintahijaucom l Like Page FB Berita Tintahijau

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

HOAKS! Adidas Bagi-bagi Ribuan Pasang Sepatu, Kaus, dan Masker https://t.co/uKCqWmzMKK
Akhir Pekan, DPRD Subang Panggil 20 OPD Bahas Raperda APBD Perubahan https://t.co/UIOwnZCct8
Komunitas Kracker Supermoto Subang Galang Dana untuk Sukabumi https://t.co/DHNFY5CTuZ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter