FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Hingga 2016, Tunggakan Pajak di Subang Capai Rp135 Miliar

TINJAU SUBANG- Hingga 2016, jumlah tunggakan pajak di Kabupaten Subang yang belum tertagih mencapai Rp135 miliar. Salah satu penyebabnya, tidak sedikit warga yang belum memahami objek pajak.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Subang Ahmad Sobari di sela-sela kegiatan Apel Besar Tiga Pilar mengenai Waspada terorisme, di alun-alun Pemkab Subang, Kamis (17/3/2016). ia mengatakan tunggakan pajak sebesar Rp135 miliar ini merupakan warisan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, sebelum ada pelimpahan kewenangan penagihan dari KPP ke Pemkab.

"Total piutang pajak sampai 2016 nilainya cukup fantastis, mencapai Rp135 miliar. Ada yang sampai tiga tahun belum melunasi. Data dari KPP Pratama antara 5-10 tahun. Kita klarifikasi data itu, ternyata ada yang tidak relevan. Misalnya wajib pajaknya, objeknya tidak ada. ada yang objeknya ada wajib pajaknya sudah tidak ada," papar Ahmad

Dari pituang tersebut, Ahmad menargetkan, sektar 50% nya bisa dilunasi pada tahun ini. Meskipun, diakui Ahmad, ada sejumlah kendala yang harus dihadapi, misalnya database wajib pajak.

Pada tahun ini, DPPKAD menargetkan, pemasukan dari pajak sebesar Rp31 miliar atau meningkat 15% dari tahun sebelumnya. Sejumlah strategi bakal diterapkan untuk tercapainya target tersebut, seperti sosialisasi terhadap wajib pajak secara berkala, dan jemput bola dengan mendatangi ke daerah wajib pajak.

"Mulai sekarang harus diterapkan desa yang paling rendah, atau di bawah 35% kita undang mereka untuk menjelaskan termasuk ke aparat hukum. Kita sudah coba, dan hasilnya bagus," terangnya.

Hal lain yang akan diterapkan DPPKAD, adalah dengan menjemput bola. Prakteknya, satu unit kendaraan Pajak Mobile akan dioptimalkan dengan mendatangi akntor instansi dan ke lingkungan warga. "Tahun ini kita akan tambah dua unit lagi, untuk ke daerah Selatan dan Utara," pungkasnya..

Kepala Bidang Pendapatan, Hari Rubiyanto, menambahkan, berdasarkan catatannya, jumlah WP saat ini sebanyak 800.000 orang. Tapi, banyak di antaranya yang belum menjalankan kewajibannya membayar pajak. "Para penunggak pajak ini cukup banyak, yang jelas jumlahnya signifikan," pungkas Hari, tanpa mau menyebut prosentasinya secara pasti. . [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]


follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau

 

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah, Ini Daftar Lengkapnya https://t.co/BLXJl1Mh5g
Dentuman Misterius Juga Pernah Terjadi di Luar Negeri https://t.co/N9XHkYlmhO
459 Terkonfirmasi Covid-19, Karawang Kembali ke Masuk Zona Merah https://t.co/DLAoukXesB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter