FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dua Bulan, 1.106 Warga Subang Pilih Kerja di Luar Negeri

TINJAU SUBANG- Bekerja di luar negeri, masih jadi primadona bagi warga Kabupaten Subang. Setidaknya, dalam dua bulan ini, sebanyak 1.106 warga berangkat ke luar negeri.

Kasie Penempatan TKI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang, Tunggul Silaban menyatakan, dari ribuan TKI, negara Taiwan masih menjadi primadona tenaga kerja asal Subang.

"Dalam dua bulan ini, ada 1.106 warga yang jadi TKI. Untuk ke Brunei Darussalam 7 orang, Hongkong 99 orang, Malaysia 71 orang, Singapura 86 orang, Arab 3 orang dan terbanyak ke Taiwan yaitu 840 orang," kata Tunggul kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (1/3/2016)

Tunggul menjelaskan, Taiwan menjadi primadona negara tujuan TKI salah satunya karena gaji di negara itu besar. Dalam sebulan kerja, mereka digaji kisaran Rp6.6 juta. "Di Taiwan gajinya besar. Itu yang jadi salah satu alasan,"

Secara gender, dari 1.106 TKI itu hanya 49 orang laki-kali, sisanya dari kaum perempuan. Hampir keseluruhannya ribuan TKI itu berasal dari wilayah Subang Pantura, seperti Pamanukan, Pusakanagara, Cipunagara, Compreng dan lainnya.

Untuk menekan kasus yang dialami TKI, pihak Disnaker melakukan upaya verifikasi data dan interview terhadap calon TKI. Dari data Disnakertrans, pada tahun lalu sebanyak 68 kasus itu, 63 kasus menimpa TKI ilegal.

"Kita lakukan interview kepada calon TKI. Kita Verifikasi keabsahan data, dari mulai kartu identitas, Kartu Keluarga, Akta dan izin dari suami atau orang tua. Ini menjadi syarat wajib bagi TKI," jelasnya.

Selain verifikasi data administrasi, para TKI ini dibekali pemahaman seputar sisitem kerja, hak dan kewajiban TKI juga langkah yang harus diambil jika ada masalah.

"Kita bekali mereka banyak informasi tentang ketenaga kerjaan, hak dan kewajiban TKI. Ini untuk melindungi teman-teman kita. Jangan sampai dibohongi. Kalau ada masalah, segera lapor ke Dubes, Agen dan ke kita," tandasnya. "Sebelumnya mereka tidak ngerti soal hak, mereka hanya semangat untuk kerja," imbuh Tunggul.

Tunggul mengingatkan, untuk perlindungan TKI, ia berharap warga Subang yang hendak menjadi TKI di luar negeri melaporkan ke pihak Disnakertrans guna pendataan. Selain untuk melindungi hak-hak TKI, sebagai antisiasipasi jika ada masalah. "TKI legal dan ilegal yang membedakan hanya soal administrasi saja. Tapi kalau legal, jika kemudian hari ada masalah, kita mudah untuk membantu, karena datanya ada," pungkasnya

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah, Ini Daftar Lengkapnya https://t.co/BLXJl1Mh5g
Dentuman Misterius Juga Pernah Terjadi di Luar Negeri https://t.co/N9XHkYlmhO
459 Terkonfirmasi Covid-19, Karawang Kembali ke Masuk Zona Merah https://t.co/DLAoukXesB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter