FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Waduh! Saat Harga Tinggi, Gabah Demak Banjiri Pasar Subang

TINJAU SUBANG Memasuki musim panen rendeng, harga gabah kering pungut (GKP) di pasaran Kabupaten Subang cukup tinggi. Yakni, mencapai Rp480 ribu-Rp500 ribu per kuintal.

Namun, kondisi tersebut tak membuat petani di wilayah ini senang. Justru, saat ini muncul kekhawatiran di tingkat petani

Keresahan petani ini muncul, lantaran saat ini keberadaan gabah dari Demak, Jawa Tengah telah membanjiri pasar. Mereka khawatir, kondisi ini bisa membuat harga gabah lokal anjlok. Dengan begitu, petani tak bisa menikmati harga gabah yang saat ini cukup bagus.

Ketua KTNA Kabupaten Subang, Otong Wiranta mengatakan, keberadaan gabah kiriman dari Provinsi tetangga ini harus segera diantisipasi supaya gabah lokal harganya tetap stabil sebelum panen raya berlangsung.

“Ini yang membuat petani was was. Mereka khawatir tak bisa menikmati harga gabah lokal yang tinggi seperti sekarang,” ujar Otong saat dihubungi melalui selulernya, Senin (29/2/2016).

Dia mengaku, meski belum panen raya, saat ini di Subang sudah ada beberapa wilayah yang telah panen. Di antaranya, Kecamatan Patokbeusi dan Ciasem. Dengan masih sedikitnya petani yang melakukan panen, harga gabah relatif tinggi.

Menurut dia, persoalan harga gabah menjadi dilema. Sebab, saat gabah harganya mahal maka berdampak pada tingginya harga beras. Sebaliknya, bila harganya murah, beras juga turut turun harga.

“Jadi, satu sisi sebagai petani kita senang, karena harga gabah masih tinggi. Namun, kami juga kasihan ke konsumen yang mengeluhkan beras mahal,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus memantau harga gabah ini. Jangan sampai hasil pertanian ini terjun bebas ke harga di bawah Rp 400 ribu per kuintal. Bila harga sampai ke level itu, maka harus ada perjuangan dari petani untuk mendongkrak harga. [inl]

 

follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah, Ini Daftar Lengkapnya https://t.co/BLXJl1Mh5g
Dentuman Misterius Juga Pernah Terjadi di Luar Negeri https://t.co/N9XHkYlmhO
459 Terkonfirmasi Covid-19, Karawang Kembali ke Masuk Zona Merah https://t.co/DLAoukXesB
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter