FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

PLTU Bakal Berdiri di Kabupaten Subang

TINJAU JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan Sumitomo Corporation akan segera melakukan ground breaking pembangunan dua pembangkit listrik yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat pada Juni mendatang.

Arus Gunawan, Direktur Permesinan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin mengatakan perusahan sudah menyelesaikan urusan perizinan di instansi-instansi terkait termasuk sudah mengantongi izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Kami sudah setujui mereka untuk ground breaking di pertengahan tahun ini. Semua sudah fixed, tinggal operasi. Master list sudah ada dan kami sudah menyetujui," jelas Arus kepada CNNIndonesia.com di kantornya, kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan nantinya masing-masing pembangkit akan memiliki kapasitas 2x1.000 Megawatt (MW) yang akan memasok listrik di Jawa dan Bali. Pembangkit listrik ini nantinya menggunakan tenaga batubara, namun sampai sejauh ini belum ada informasi terkait perusahaan-perusahaan yang akan memasok bahan bakar tersebut. "Memang yang digunakan adalah tenaga uap. Bahkan, rencananya pembangkit listrik di Jepara akan lebih besar dibandingkan yang terdapat di Paiton, Jawa Timur," jelasnya.


Tiga Tahun

Rencananya, pembangunan dua pembangkit tersebut akan memakan waktu tiga tahun sehingga proyek bisa selesai pada 2019. Setelah itu, Sumitomo akan memasok listrik kepada PT PLN (Persero) dengan kontrak selama 25 tahun ke depan. "Nanti setelah 25 tahun, pembangkit listrik serta asetnya akan menjadi milik PLN," ungkapnya.

Ia menambahkan, proyek pembangkit Sumitomo disetujui oleh Kemenperin karena investor menyanggupi memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 18 hingga 20 persen seperti yang disyaratkan oleh pemerintah. Laporan dari perusahaan sejauh ini mengatakan akan menggunakan conveyor belt, komponen penunjang pembangkit, dan perlengkapan sipil buatan Indonesia.

"Kami rasa angka TKDN 20 persen dari material ini sudah cukup lumayan. Dan kami akan terus me-monitor realisasi penggunaan TKDN tersebut," jelasnya. [CNN]



Follow twitter @Tintahijaucom | FB: Berita Tintahijau


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Dicekoki Miras, Gadis Belia Ini Diperkosa Kini Hamil https://t.co/3dETYc0cIc
Inilah Cara Mendidik Anak Agar Berani Menyampaikan Pendapat https://t.co/U350nxjhVW
Catat! Inilah Tips Aman Saat Main TikTok https://t.co/10EaEpXGiH
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter