FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Manisnya Khas, Sekali Belanja Warga Timteng Borong 5 Ton Rambutan Subang

TINJAU SUBANG- Salah satu jenis buah lokal yang mampu bertahan atas serbuan buah impor adalah rambutan. Bahkan buah asli Indonesia ini mampu menggeser dominasi pasar buah impor di sejumlah sentra penjualan buah.

Salah satu sentra produksi buah rambutan berada di wilayah Kabupaten Subang. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan setempat 16 dari 30 kecamatan di Kab. Subang terdapat areal perkebunan rambutan. Rambutan Subang, tidak hanya menjejali pasar Jabotabek, namun sudah melanglang buana hingga menembus Negara di Timur Tengah dan Eropa.

Hebatnya lagi, permintaan Rambutan asal Subang dari luar negeri dalam sehari bisa mencapai 2 ton. Sementara dalam sepekannya, seorang pemasok Rambutan, Ade Mulyana menyatakan, rata-rata bisa sampai 5 ton perminggu. "Dagingnya tebal, dan rasa manisnya beda. Ini alasan mereka pesan rambutan dari Subang," kata Ade.

Tentu saja, kualitas Rambutan yang diekspor ke timur tengah, seperti Arab dan Abu Dhabi serta Belanda, harus memiliki klasifikasi tersendiri. Selain kulitnya yang bersih, juga memiliki ketebalan daging. "Mereka meminta Rambutan kualitas ekspor, kualitas super, rambutan yang benar-benar terpilih," imbuhnya.

Ade tidak mengirim sendiri Rambutan ke luar negeri. Melainkan melalui Tata Winarta yang sudah lama memasok rambutan ke luar negeri. Dari tangan Tata lah, Rambutan Subang ini terbang dan memenuhi pasar di kawasan Timteng dan Belanda. "Setiap minggu, rata-rata 5 ton. Tergantung pemesanan juga. Malah pernah dalam sehari bisa 2 ton. Kebanyakan untuk Arab, Abu Dhabi dan Belanda," kata Tata.

Rambutan yang dikirim Tata ke luar negeri, dalam bentuk kemasan kardus. Untuk satu kardus, berisi 1 Kg Rambutan. Dengan label, Rambutan Indonesia Exotic Fruits, buah komoditi Subang itu membanjiri pasaran Timteng dan Eropa.

Di tengah membaiknya geliat ekspor Rambutan, justru stok Rambutan kualitas expor masih minim di Subang. Ade Mulyana menyebutkan, dari daerah penghasil Rambutan, buah kualitas ekspor didapat dari daerah Ciasem, Cikaum dan Patokbeusi. Sementara kualitas dari gudang Rambutan; Kalijati dan Purwadadi, justru dianggap belum memadadi.

"Rambutan Super kualitas ekspor emang ga banyak. Konsekwensinya, kalau stok tidak ada, kita tidak bisa memenuhi permintaan," jelasnya.

Buah rambutan merupakan buah jenis musiman yang hanya dipanen saat bulan tertentu. Buah yang memiliki nama latin Nephelium Lappaceum L ini mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit Anda. Beragam manfaat buah rambutan dapat ditemukan bukan pada buahnya saja namun juga kayu, biji, dan juga kulit buahnya, sehingga semua morfologi tanaman rambutan ini berperan bagi kesehatan tubuh.

Selain digunakan sebagai pengobatan penyakit, buah rambutan juga dapat digunakan sebagai perawatan kecantikan kuli, seperti mencegah kulit kusam dan menghitamkan rambut yang tengah beruban. [annas nashrullah l @JejakAnnas]

follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Majalengka Tiadakan Panggung Hiburan HUT RI https://t.co/LUC1N6naHt
Netizen Sorot Kegiatan Camping Ground Pejabat Subang https://t.co/VKOlWonbwy
Bupati Majalengka dan Keluarga Tes Swab, Sekda Ungkap Hasilnya https://t.co/mpcOnLvkML
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter