FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dirut PLN Buka Suara Soal Membengkaknya Tagihan Listrik yang Dialami Masyarakat



Lonjakan tagihan listrik yang dialami masyarakat belakangan ini tidak disebabkan oleh kenaikan atau subsidi silang tarif listrik.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Zulkifli Zaini dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

"Lonjakan tagihan listrik pada rekening Mei-Juni. Sebelumnya kami sampaikan lonjakan ini tidak disebabkan kenaikan tarif listrik atau subsidi silang tarif listrik," ujar Zulkifli, saat menjelaskan dalam raker tersebut.

BACA JUGA:
Cara Memeriksa dan Melaporkan Tagihan Listrik Menggunakan Aplikasi PLN
Inilah Fakta Terkait Pelanggan PLN yang Tidak Bisa Bayar Listrik karena ID Terblokir
Token Listrik Gratis di Bulan Juni, Begini Caranya
Bayar Listrik Membengkak?, Ini Tips Hemat Listrik dari Ahlinya


Zulkifli melanjutkan, lonjakan tagihan listrik terjadi karena mekanisme perhitungan tagihan yang berbeda selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, PLN menggunakan skema tiga bulan dalam menghitung tagihan listrik masyarakat karena selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) petugas PLN tidak bisa melakukan pencatatan meteran ke rumah pelanggan.

"Lonjakan tagihan terjadi karena mekanisme penagihan itu pakai 3 bulan terakhir. Akibat kebijakan PSBB, PLN memutuskan pada April dan Mei kan enggak ada pencatatan (meteran) ke rumah pelanggan, supaya enggak ada resiko penularan virus," tutur Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, petugas kembali melakukan pencatatan meteran ke rumah pelanggan pada bulan Juni 2020, setelah pemerintah melonggarkan kebijakan PSBB.

Adapun hasil pencatatan petugas, lanjut Zulkifli, menghasilkan kenaikan tagihan listrik yang cukup signifikan, karena pola konsumsi masyarakat selama PSBB.

"Pencatatan meter bulan Mei secara aktual menghasilkan kenaikan relatif yang signifikan kepada beberapa pelanggan, akibat pola konsumsi dan aktifitas pelanggan yang berada lebih lama di rumah selama kurun waktu April hingga Juni," ucapnya.

Oleh karena itu, kata Zulkifli, terjadi perbedaan realisasi konsumsi dengan penagihan mengunakan rata-rata 3 bulan.

"Sebagian besar realisasi lebih besar dari pada apa yang ditagihkan," katanya.

Zulkifli menambahkan, PLN sudah menyiapkan upaya perlindungan bagi pelanggan atas lonjakan tagihan tersebut.

PLN juga membuat skema angsuran yang diberikan bagi pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan di atas 20 persen.

"Untuk mengatasi keluhan pelanggan, PLN telah mengambil kebijakan perlindungan lonjakan dengan membuat skema angsuran terhadap lonjakan yang terjadi untuk yang mengalamai kenaikan di atas 20 persen," ungkap Zulkifli.

Sumber: KompasTV | Foto: Ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Respon Pemkab Subang Soal Stadion Persikas yang Nyaris Ambruk https://t.co/h0cVerihpD
Khusus Pria!, 3 Posisi Bercinta Ini Bisa Jadi Penangkal Ejakulasi Dini https://t.co/f06HQa7YQH
Pemkab Subang Sampaikan Nota Pengantar RAPBD Perubahan https://t.co/mGooA2xmDc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter