FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pandemi Corona Malah Jadi Berkah Bagi Pedagang Madu di Sumedang

Seiring dengan berlangsungnya pandemi virus corona atau COVID-19, permintaan atas madu hasil produksi warga di Desa Suriamukti, Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan.

Desa Suriamukti terkenal dengan hasil olahan madu yang bagus dan berkualitas, sebab desa ini memiliki sumber madu yang mumpuni yang terdapat di wilayah hutan Desa Suriamukti.

Dikutip Pikiranrakyat-bandungraya.com dari laman Humas Pemkab Sumedang, meskipun penjualan olahan madu mengalami peningkatan, disebutkan bahwa peningkatan itu tidak bergerak begitu signifikan, namun hal ini cukup membanggakan sebab banyak usaha UMKM lain justru merugi di tengah pandemi.

Permintaan madu sendiri bukan hanya datang dari masyarakat lokal di Desa Suriamukti, tetapi banyak juga permintaan madu dari luar desa.

Kepala Desa Suriamukti, Iwan Suprihatman mengatakan bahwa usaha pembuatan madu merupakan usaha sampingan masyarakat Desa Suriamukti.

BACA JUGA:
Sumedang Berlakukan New Normal Hari Ini, 25 Pos Jaga Disiapkan di Mall dan Pasar
Hendak Mudik, 4 Warga Terjaring Razia PSBB di Jatinangor Sumedang
Jumlah Positif Corona di Sumedang Sebanyak 6 Orang
Penegakan PSBB, Tak Pakai Masker Warga Sumedang Kena Tilang

Kendati hanya dijadikan sebagai usaha sampingan, pembuatan madu ini cukup bisa meningkatkan pendapatan masing-masing keluarga di desa tersebut.

"Masyarakat yang berusaha madu di Desa Suriamukti memang tidak banyak, namun usaha ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga," kata Iwan.

Iwan menuturkan madu dari wilayah hutan Desa Suriamukti cukup dikenal karena kualitasnya yang bagus.

Wilayah hutan di sana memiliki potensi tinggi untuk menghasilkan madu, sehingga para pencari madu banyak berdatangan.

"Para pencari madu tidak hanya merupakan warga Desa Suriamukti saja, tetapi banyak juga dari luar daerah. Sehingga, ketersediaan madu di hutan sangat terbatas," tuturnya.

Selain madu, kata Iwan, pemasaran hasil bumi lainnya di Desa Suriamukti juga tidak mengalami kendala. Banyak pendatang yang membeli hasil bumi Desa Suriamukti.

Berbeda dengan usama madu, menurut penuturan Kabid Perindustrian Diskoperindag Sumedang, Sutisna, sebagian besar pelaku usaha UMKM (usaha mikro kecil menengah) di Kabupaten Sumedang justru mengalami penurunan omzet yang cukup drastis.

Berdasarkan laporan dari para pelaku usaha, Sutisna menuturkan bahwa penurunan omzet bahkan sampai di bawah 50 persen.

Sebagai contoh, kata Sutisna, pengrajin makanan teng teng asal Cikoneng Ganeas harus menelan kerugian sebab banyak pedadang mengembalikan barang dangannya karena sepi pembeli.

Menurut laporan baru dari salah satu pelaku usaha, tahun ini, dia harus menghadapi kenyataan bahwa usahanya merugi puluhan juta.

Sumber: prbandungraya | Foto: Ilustrasi/Pixabay

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Petugas Gabungan Gerebeg Kantor Disduk Capil Majalengka https://t.co/nGoLoFCYQK
Catat!, Jangan Konsumsi Buah-buahan Ini Saat Hamil https://t.co/HTLiwIyWQ4
Respon Pemkab Subang Soal Stadion Persikas yang Nyaris Ambruk https://t.co/h0cVerihpD
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter