UMKM Sukses Tekan Ribuan Jumlah Pengangguran di Majalengka

Kehadiran sarana transportasi di Kabupaten Majalengka memantik hadirnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tercatat ada 28.113 kelompok usaha UMKM yang ada di Kota Angin tersebut.

Kehadiran sarana transportasi massal, seperti BIJB, Jalan Tol Cipali dan potensi wisata di Majalengka memacu lahirnya UMKM di Kabupaten Majalengka. Dari data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) Majalengka, hingga 2017 lalu ada sebanyak 28.113 kelompok usaha,  yang terdiri dari usaha mikro 25.730 kelompok, usaha kecil 1.720 kelompok dan usaha menengah 863 kelompok.

Sementara berdasarkan jenis Usaha, UMKM di Majalengka tercatat 28. 113 jenis usaha dengan rincian; pedagang 18.802 usaha, jasa lainnya 1.116 usaha dan industri kecil menengah 8.195 usaha.

Kepala Dinas KUKM Majalengka H. Adang Haedar menegaskan, kehadiran KUKM itu mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

"UMKM ini salah satu pilar utama ekonomi nasional yang harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat, tanpa mengabaikan peranan usaha besar dan badan usaha milik negara," kata Adang kepada TINTAHIJAU.com

Banyaknya peaku UMKM di Majalengka, jelas Adang akan berdampak pada pemerataan ekonomi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional.

Dampak yang menggembirakan dari hadirnya ribuan UMKM tersebut, Ada memaparkan, selain meningkatnya ekonomi kerakyatan dan pemerataan tingkat kesejahteraan, adalah mampu menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.

Berdasarkan data tahun 2017, ada sebanyak 84.160 yang mendapat manfaat dari kehadiran KUKM. Mereka bergeak di bidang usaha perdagangan 33.023 orang, jasa lainnya 3.073 orang dan industri kecil-menengah 48.064 orang. "Dalam kalimat sederhana, KUKM ini multiefek. Asal pengelolaannya benar," katanya

Namun begitu, jelasnya, tantangan yang dihadapi KUKM diantaranya adalah soal permodalan dan akses pembiayaan terbatas. KOndisi ini diperparah dengan lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasat, serta mentalitas pengusaha UMKM.

Dari faktor eksternbal, tantangan yang dihadapi pelaku KUKM adalah iklim usaha belum kondusif, terbatasnya sarana dan prasarana usaha, pungutan liar, terbatasnya akses pasar, terbatasnya akses ekonomi, implikasi otonomi daerah.

"Maka yang harus ditempuh adalah seperti menciptakan iklim usaha yang kondusif, bantuan permodalan, perlindungan usaha, pengembangan kemyraan, pelatihan, membentuk lembaga khusus, memantapkan asosiasi, mengembangkan promosi, mengembangkan kerjasama dan mengembangkan sarana dan prasarana,"  paparnya.


FFOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIAJUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 3
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Peringati Hari Puisi, Budayawan Majalengka Gelar Macasukma https://t.co/CIyFGeOnY2
DPD PKS Subang: Kami Wakafkan Agus Masykur untuk Benahi Subang https://t.co/HyqZ6fcPTv
Ada yang Beda, Ini Penampakan Taman di Sisi Jalan Alun-alun Subang https://t.co/rRWfnWNV91
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page