FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kementan Optimis Majalengka Jadi Lumbung Bawang Putih Nasional

Di bawah komando Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kementan berupaya memperluas kawasan produksi bawang putih demi mengejar target swasembada. Selain membuka lahan baru, dilakukan juga pembangkitan kawasan bawang putih di Gunung Ciremai.

"Kawasan sayuran di lereng Gunung Ciremai, Majalengka, Jabar termasuk sangat potensial dibangkitkan kembali bawang putihnya," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangannya

Saat Prihasto meninjau kawasan sayuran di Desa Argalingga dan Sadarehe, Majalengka pada Jumat (28/09), kawasan itu kini dijadikan lahan percontohan bawang putih oleh salah satu importir yang menggunakan teknologi pengairan sprinkle. Dia bahkan menyebut kawasan itu potensial menjadi salah satu sentra bawang putih terbesar di Indonesia.

"Potensi lahan bawang putih tersedia di kaki Gunung Ciremai yang legendaris tak kurang dari 1.000 hektare dengan ketinggian lahan di atas 1.200 mdpl. Ini sangat cocok dikembangkan bawang putih. Kuncinya, air harus tersedia, benih harus berkualitas dan petani harus semangat. Kalau ketiganya terpenuhi, saya optimis Majalengka bisa jadi lumbung bawang putih nasional," lanjut dia.

Lebih lanjut, Prihasto menegaskan saat ini potensi lahan bawang putih di Indonesia sangat mencukupi. Baik untuk kegiatan APBN, swadaya maupun wajib tanam importir.

"Saat ini, sudah teridentifikasi potensi lahan lebih dari 725 ribu hektare yang tersebar di 51 kabupaten. Itu belum termasuk 40-an kabupaten yang sedang proses identifikasi oleh Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian," sambungnya.

Menurutnya, kalau ada pihak-pihak yang menuding kekurangan lahan, mungkin mereka terlambat mendapatkan informasi, atau mungkin importir tertentu yang memang sengaja mencari alasan untuk menghindari wajib tanam.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Majalengka Wawan Suwandi, menyatakan kawasan produksi bawang putih di wilayahnya akan dikonsentrasikan di Kecamatan Argapura, Rajagaluh, Sindangwangi dan Cikijing sesuai agroklimatnya.

Diharapkan nanti bisa terbentuk klaster bawang putih yang cukup luas di Majalengka karena saat ini setidaknya tercatat 5 investor yang masuk dan sudah bekerja sama dengan kelompok tani.

"Mereka umumnya importir yang kena wajib tanam. Totalnya seluas 550 hektare sampai tahun 2020 nanti. Benih yang banyak ditanam adalah Great Black Leaf asal Taiwan sesuai rekomendasi dari pusat," ungkap Wawan.

Wawan mengatakan memasuki musim hujan di Oktober atau November nanti, akan dimulai penanaman bawang putih dalam skala yang lebih luas. "Paling lambat tanamnya nanti sekitar bulan Mei atau Juni terkait ketersediaan air. Kami akan terus berupaya meningkatkan sarana saluran pengairan dengan berkoordinasi dengan provinsi dan pusat," pungkas Wawan.

Diketahui, daerah tersebut merupakan daerah sukses pengembangan bawang putih di tahun 90-an. Khususnya daerah kaki Gunung Sumbing-Sindoro (Temanggung, Wonosobo dan Magelang), Gunung Lawu (Karanganyar, Magetan), Gunung Arjuno (Malang, Kota Batu), Gunung Bromo (Probolinggo), Gunung Wilis (Lumajang), dataran tinggi Dieng Banjarnegara, Gunung Ijen (Banyuwangi), Gunung Rinjani (Sembalun, Lombok Timur) dan lainnya. [detik]

Ikuti Lintasan Berita via socmed:
FB: REDAKSI TINTAHIJAU
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
Line: @TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Goyang Bareng Cita-Citata di Wisata Air Panas Sari Ater Ciater Subang https://t.co/4541Sr5YE0
Akses Kertajati Belum Memadai, Penumpang Bisa Lari ke Halim https://t.co/OKBMx23vQo
Ratusan Pegiat Kolecer Ikuti Festival di Maja Majalengka https://t.co/LqM2apV0ht
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page