Nanas dan Padi Dipatenkan dalam Motif Batik Khas Subang

Dua pemuda asal Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Subang sukses menjadikan komoditi buah khas Subang, Nanas dalam sebuah motif batik. Tidak hanya Nanas, potensi daerah lainpun menjadi salah satu objek motif batik khas Subang.

Adalah Yayat Ruhyat dan Azhar Syhara dua pemuda desa itu. Bernaung di bawah Kelompok Penggerak Pemberdayaan Masyarakat Kreatif (KPPMK) keduanya sukses menciptakan motif batik dengan khas potensi daerah. "Sebenarnya ada sekitar 10-an motif batik, selain Nanas ada Papais, beras, padi, laut dan gunung. Dari satu item, ada yang ita buat dua motif," kata Azhar

Ahzar membeberkan KPPMK ini merupakan bagian dari Karang Taruna Desa Cisaat. Saat ini KPPMK beranggotakan 10 orang. Masing-masing anggota memiliki karya kreatif masing-masing. Selain motif batik, diantara mereka membuat handycraft seperti ukiran yang biasa digunakan untuk oleh-oleh.

"Awal mulanya, kita melihat potensi yang ada di Subang ini sangat banyak. Di satu sisi batik ini kan sudah mendunia. Dari situlah saya bersama kang Yayat membuat motif batik. Kebetulan kita pernah belajar batik di Kudus," papar Azhar

Sehari-hari Yayat dan Azhar sibuk dengan pekerjannya sekarang. Batik yang dibuat kedua pemuda ini adalah batik cap. "Kita buat motif dan batiknya di sini, cuma untuk cetakannya ini kita di luar Sbang," jelasnya

Kini, hasil karyana terpampang di Rumah Batik Subangsih di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Subang. Mereka memanfaat lahan yang semula menjadi pembuangan sampah, disulap menjadi rumah kreatif mereka. "Mimpi saya, hari ini kita bau Rumah Batikl, besok-besok jadi Kampung Batik. Karena di PPMK ini bukan cuma membuat tapi melakukan pembinaan warga juga," jelasnya

Soal pemasaran, sejauh ini masih dilakukan sistem manual. Salah seorang pengurus PHRI Evi Natalia mengatakan, batik khas Subang ini akan ditawarkan ke hotel-hotel. "Ini kan bagian dari kita, insya Allah kita aan lakukan kerjasama dengan pihak hotel," jelas Evi Natalia

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Subang Ahmad Sobari menguraikan, karya batik khas lokal ini menjadi penyempurna dengan potensi wisata di Kabupaten Subang. Bahkan, tegas Ahmad, Batik bisa menjadi destinasi wisata itu sendiri.

"Ini peluang yang vharus dikembangkan. Ke depan, ini harus menjadi Kampung Batik, tidak hanya rumah batik. Dengan begitu, ini menjadi bagian dari destinasi wisata yang ita punya," kata Ahmad

Rumah Batik Subangsih resmi dilaunching pada Senin (3/9/2018). Hadir dalam launching tersebut pengurus PHRI, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Kompepar, pegiat WIsata, Pengurus Karang Taruna dan Pemerintah Desa setempat.




Ikuti Lintasan Berita via socmed:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

300 Jendral Siap Menangkan Prabowo-Sandi https://t.co/Cm6lHBwcnp
Pasangan Calon Presiden sudah ada, nomor urut juga sudah. Siapapun jagoannya #2019TetapNgopi Dapatkan Kaos… https://t.co/vmLylspsz5
Kangen lagu romantisnya ARMADA BAND, mau dinyanyikan di depan tercinta? Datang dan nikmati di Cafepedia Jl. Otist… https://t.co/WQB4dEh2Os
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page