Follow us:

Oman Abdurohman, Pembuat Sapu Ijuk asal Majalengka sejak 1975

Pohon Aren yang tumbuh subur di dataran tinggi wilayah Majakengka bagian selatan tak disia-siakan manfaatnya oleh warga setempat. Selain buahnya yang bisa dijual untuk bahan es campur yakni buah Kolang Kaling. Pohon Aren juga menghasilkan ijuk yang bisa diolah menjadi Sapu Ijuk.

Salah satu desa penghasil Sapu Ijuk di wilayah selatan Majalengka adalah Desa Cimeong Kecamatan Banjaran. Di desa ini ada salah satu Inohong pembuat Sapu Ijuk yang namanya terkenal sejak tahun 1975 di Kecamatan Banjaran. Dia adalah Oman Abdurrohman (58).

Menelusuri keberadaan Inohong Sapu Ijuk tidaklah sulit. Oman dan keluarganya membuka usaha sederhana yang menjual Sapu Ijuk di Jl. Raya Banjaran Dusun Mekar Asih Desa Cimeong RT 002 RW 05 Kecamatan Banjaran, Majalengka. Selain berjualan Sapu Ijuk hasil karyanya sendiri Oman juga menjual Cengkeh dan buah musiman seperti Durian jika musimnya sudah tiba.

"Saya adalah pembuat sapu ijuk tertua di Desa Cimeong ini. Sejak tahun 1975 sudah menekuni pembuatan Sapu Ijuk. Dulu jaman masih muda dan usaha sedang sangat bagus. Dalam 4 minggu bisa membuat sapu hingga 2000 buah untuk dipasarkan di pasar Kadipaten," kata Oman kepada TINTAHIJAU.com, Ahad (8/7/2018)

Oman menerangkan, kerajinan Sapu Ijuk yang berbahan dasar dari Ijuk pohon Aren. Jika melihat dari silsilah Ijuk bisa dilihat saat dahan muda dati pohon Aren muncul, setiap dahan yang muncul sambung Oman dahan bagian bawah akan terbungkus Ijuk dan Ijuk akan diambil setelah masa 3 atau 4 bulan.

Ayah 3 anak ini juga mengatakan, untuk mendapatkan bahan dasar Ijuk ia tidak hanya mengandalkan dari pohon Aren yang ia miliki tapi juga membeli dari petani sekitar dengan harga 3.500 rupiah hingga 4ribu rupiah/Kilogramnya.. Ijuk yang masih berbentuk gulungan itu biasanya sengaja disimpan di pinggir jalan raya untuk menandai bahwa disitu ada pengrajin Sapu Ijuk.

"Untuk Ijuk kualitas bagus biasanya memiliki pancang sekitar 80 centimeter. Sementata untuk Ijik berukuran 70 centimeter hingga 40 centimeter adalah Ijuk berkualitas sedang. Untuk Ijuk berkualitas bagus dari 2kiligram bahan baku Ijuk bisa menghasilkan 3 buah sapu, dengan harga jual Rp50 ribu perbuah" terangnya.

Sementara untuk bahan-bahan penunjang seperti gagang sapu, tali maupun tutup lakop (penjepit ijuk bagian bawah dari bahan plastik) sejak dulu ia sudah memiliki pelanggan tetap yang memasok ke rumahnya. "Semua bahan saat ini siap pakai, saya tinggal merangkai saja bisa dengan menjait Ijuk (untuk sapu mahal) atau cukup memasang lakop dan memakunya saja," tuturnya.

Oman menambahkan untuk pemasaran selain ia membuka toko di pinggir jalan raya ia juga memanfaatkan moment arus mudik dan arus balik lebaran sehingga sapu ijuknya banyak dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ke kota. Juga memanfaatkan tahun ajaran baru dalam memanfaatkan tahun ajaran baru terpaksa Oman harus mengunjungi tiap sekolah.

"Alhamdulillah berkah lebaran untuk Sapu Ijuk bisa dibeli pemudik. Sehingga setiap menghadapi lebaran sedikitnya saya harus punya stok 10 kodi dengan kualitas yang bagus," tandasnya.

Oman berharap di usianya yang sudah tidak muda lagi, ada generasi muda yang mau belajar membuat Sapu Ijuk , seperti.yang juga ia ajarkan pada ketiga anak dan menantunya yang akan jadi penerusnya (Echa)

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

Dipecat dari Golkar, Hendra Boeng Maju di Pileg Subang dari Nasdem https://t.co/9YxrYxGDVt
Takjub dengan Program TMMD, DPRD: Pemkab Jangan Gengsi Meniru https://t.co/0d6G87AU0h
Garda Pemuda NasDem Sumbang Perlengkapan Sekolah Anak Ade Diding https://t.co/CvXDABaV8S
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page