Rumor Pengusaha Cina Masuk, Pengrajin Rotan Majalengka: Kami Trauma

Rumor masuknya pengusaha Cina di bidang ROtan mendapat penolakan dari warga Majalengka. Alasan penolakan, diantara dari mereka, ada yang mengaku trauma.

Di sisi lain, penolakan pengrajin rotan lokal atas masuknya pengusaha luar dikhawatir hanya untuk memanfaatkan warga lokal kemudian mengembangkan bisnisnya di negara mereka.

Seorang pengusaha rotan asal Ujungberung, Kecamatan Sindangwangi, Kusnadi misalnya. Dia menolak kehadiran pengusaha rotan dari luar beraktivitas di Majalengka. Kusnadi khawatir para pengusaha Cina akan mengambil tenaga kerja dari Cirebon dan Sindangwangi untuk dipekerjakan oleh mereka dengan iming-iming gaji yang lebih besar, setelah itu mereka kembali ke negaranya untuk lebih mengambangkan usahanya.

"Saya trauma dengan pengalaman teman saya, dia bekerja sama dengan pengusaha luar untuk mendirikan usaha rotan di Sindangwangi, saat itu usahanya maju hingga ada beberapa tempat usaha karena difasilitasi teman saya, namun ternyata setelah itu teman saya justru dibuang," kata Kusnadi

Terkecuali, jelasnya, jika kehadiran para pengusaha asal Cina tersebut benar-benar untuk berinvestasi dan menjadi mitra kerja para pengusaha lokal seperti halnya kerja sama yang dilakukan saat ini.

"Bentuk kerja samanya pengusaha lokal mendapat pesanan barang dari investor asal Cina tersebut seperti yang dilakukan eksportir lain yang saat ini bermitra dengan kami, atau mereka berinvestasi namun usahanya dilakukan bersama dengan pengusaha lokal," terangnya

Pengrajin rotan di wilayah Sindangwangi ini, jelas Kusnadi, sepenuhnya mengandalkan pesanan barang dari para eksportir dengan sistem kontrak kerja pengadaan barang. Kontrak kerja dilakukan setiap tahun ada juga yang dua tahun sekali sesuai kesepakatan antara perajin dan eksportir. "Jika kehadirannya untuk berinvestasi, saya yakin akan disambut pengusah dan tidak akan menjadi pesaing usaha bagi pengusaha lokal," imbuhnya

Senada dengan Kusnadi, menurut pengusaha lain Jumiah mengaku belum mengetahui adanya wacana pengusaha rotan asal Cina akan beralih ke Cirebon. Hanya, dia sependapat dengan Kusnadi, jika kehadiran pengusaha luar untuk berinvestasi dan benar-benar menjadi mitra kerja akan disambut baik, karena perajin asal Sindangwangi butuh mitra usaha yang bisa menghidupkan usahanya.

Selama ini perajin rotan hanya mendapatkan pesanan dari luar negeri. Menurutnya, yang harus diperhatikan juga adalah menjaga kestabilan harga bahan baku, bila itu tidak dijaga maka perajin kecil akan kalah bersaing oleh pegusaha besar, akibatnya perajin akan mengalami bangkrut seperti yang pernah dialami pengusaha-pengusaha rotan lain saat bahan baku diekspor ke negara lain.

"Saya belum tahu adanya rencana relokasi pengusaha rotan asal luar ke Cirebon, saya yakin perajin yang lain juga belum mengetahuinya. Akan tetapi, di kami ini tidak ada ekportir yang langsung mengirim barang ke luar, semua perajin hanya mengerjakan pesanan barang, baik bentuk, jumlah hingga waktu penyelesaian pekerjaannya," tandasnya.[Echa]


Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Novi Sri Mahendra, Guru Cantik dari Patokbeusi Subang https://t.co/DHusTaJ4Xq
GreenThink, Wahana Wisata Edukasi di Pantura Subang https://t.co/YRMlZxidHg
Tempat Uji Kompetensi Fakultas Pertanian UNMA Direspon Penyuluh PNS Pertanian Cirebon https://t.co/FLRskdq6bx
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page