Salah sahiji amanat UNIESCO di tahun 1999 netepkeun tanggal 21 Februari jadi poe bahasa Ibu sa alam dunya kaasup Bahasa Sunda di jerona.

Tulisan ini akan mengangkat pentingnya keluarga dalam melestarikan bahasa Ibu sebagai bahasa asli yang setiap waktu kian tidak jelas, karena hilang dari

Media Sosial tumbuh dan berkembang di masyarakat seiring dengan perkembangan denyut perubahan dimana masyarakat itu berkembang, perkembangan ini merupakan keniscayaan pada zaman sekarang, perkembangan manusia selalu dapat disaksikan dan bahkan dipelajari selain itu perkembangan manusia dapat diukur sajauh perubahan manusia itu sendiri. Kehadiran media social

Teman saya seorang Habaib senior berdomilisi di Tebet, menelpon tadi pagi, 21-2, untuk memastikan saya datang dan duduk di panggung Munajat 212, hari ini 2 Februari 2019, pada acara Malam Munajat 212. Dua hari lalu dia memberikan sepotong baju gamis plus kurma, yang dibawanya dari

Betapa memilukan saat mengetahui berita yang disuguhkan media beberapa hari terakhir ini. Tidak hanya seorang guru, seorang pekerja bahkan seorang rakyat biasapun bisa dibuat terkejut dengan apa yang terjadi pada generasi muda kita hari ini.

Seperti yang tengah beredar di jagat dunia maya dan menjadi perbincangan

Kesejahteraan guru memang selalu menjadi topik menarik untuk didiskusikan.  Jumlah rupiah yang diperoleh setiap bulannya (masih) dipandang sebagai satu – satunya barometer untuk mengukur tingkat ketenanagan ataupun kesenangan hidup mereka.

Guru yang berpenghasilan cukup tinggi sering kali diidentikkan dengan sosok yang penuh kebahagiaan. Sedangkan mereka

Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

As-Syifa Subang Bangun Dapur Umum di Jalur Gaza Palestina https://t.co/K4czPiluaw
Pembatasan Akses Medsos Dilakukan Selama Tiga Hari https://t.co/N1607fP0Zn
Saung Iga, Rajanya Olahan Iga di Majalengka Kota https://t.co/DJbb6dtirR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page