[OPINI] Menumbuhkan Jiwa Pahlawan Pada Generasi Milenial

"Apapun yang diperbuat oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya," (Ki Hadjar Dewantara).

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenraran, pejuang yang gagah berani (KBBI). Patriotisme , nasionalisme, serta sikap selalu mendahulukan kepentingan bangsa diatas kepentingan golongan  atau kelompok merupakan jiwa kepahlawanan yang ingin dimiliki setiap masyarakat Indonesia terlebih bagi para pemuda generasi penerus bangsa.

OPINI LAINNYA:

OPINI: Meningkatkan Akses Ruang Literasi Masyarakat

[OPINI] Antara Potensi dan Ambisi Subang Jawara

[OPINI] Fenomena Joker dan Senyum Menyakitkan

 


Pasacaera reformasi, tantangan guna mewujudkan Negara yang adil dan sejahtera dari berbagai bidang kehidupan semakin  besar. Negara yang besar tentu Negara yang selalu menghargai jasa para pahlwan terdahulu. Salah satu peran strategis untuk menumbuhkan jiwa kepahlawaanan pada masyarakat Indonesia, khususnya pada generasi milenial adalah melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal.

Pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agarpeserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untukmemiliki kekuatan spiritual keagamaan, penegndaliandiri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan  yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Undang-undang No. 23 Tahun 2003), merupakan langkah awal untuk membentuk  jiwa kepahlawanan pada generasi milenial.

Generasi milenilal memiliki peranan besar dalam proses membangun sebuah Negara. Intesitas  interaksi yang tinggi terhadap komunikasi media daring yang dilakukan generasi milenial merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Dibutuhkan metode mendidik yang tepat dan harus disesuaikan dalam proses kegiatan belajar mengajar diera kini.

Inovasi dalam proses pembeleajaran bagi pendidik terhadap peserta didik tentu menjadi hal yang sangat penting, hal itu guna mewujudkan proses pembelajaran yang menarik hingga mudah bagi para peserta didik dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat.

Karakteristik generasi milenial yang memiliki banyak ruang terbuka dalam melakukan interaksi dengan dunia luar merupakan hal positif yang dapat kita gunakan sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa pahlawan. Generasi milenial yang memiliki keterbukaan dalam mengekpresikan ide, gagasan, serta memiliki jiwa optimis merupakan bekal nyata yang harus diimbangi dengan para pelaku pendidikan (formal dan informal).

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sedangkan, pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan (Undang-undang No. 20 Tahun 2003).

Memkasimalkan pada peran pendidikan formal dan informal merupakan dua komponen stategis untuk menumbuhkan jiwa pahlawan pada generasi milenial. Hal tersebut sebagai jembatan untuk membentuk generasi intelektual muda dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

Lahirnya generasi intelektual muda dan sumber daya manusia yang berkulaitas merupakan estafet sikap kepahlawanan yang diciptakan sebagai upaya memajukan bangsa dan Negara Indonesia.

Arus globalisasi, dan kemajuan teknologi yang semakin tidak terbendung mewajibkan pada  setiap diri kita untuk menumbuhkan sikap terbiasa memprioritaskan kepentingan bersama, rela berkorban, pantang menyerah, berkata benar dan tanggung jawab.

Sebagaimana yang terkandung pada nilai-nilai dasar Pnacasila yaitu, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawatan dan keadilan. Sebab untuk mewujudkan Indonesia yang adil, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang hebat dan kuat ada pada tangan kita, pemuda generasi penerus bangsa.

Intan Kuntansih, S. Pd, Penulis adalah Guru di SMPIT An-Naba Ciasem

 
Foto: ilustrasi/thinkstock


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Friendly Match, Timnas Pelajar U-18 Vs Kesebelasan Subang https://t.co/UNS3Hx9yCl
Kurangi Kantong Plastik, Kader Muda Golkar Deni Rahayu Bagi-bagi Boboko https://t.co/uGMLTPML6P
UNESCO: Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia https://t.co/Jxngb7SR8e
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page