[OPINI] Mewaspadai Aksi Pencurian Data Pribadi Lewat Internet

Internet menjadi hal yang lumrah untuk saat ini. Kehidupan kita telah dikelilingi oleh internet. Internet pula telah memanjakan kita dalam kehidupan sehari-hari. Seperti berbagi kabar  menggunakan platform sosial media maupun platform penyedia pesan singkat. Mencari informasi melalui mesin pencari, membaca berita, sampai memesan makanan pun bisa dilakukan menggunakan internet. Secara gratis, walaupun ada juga penyedia jasa di internet yang berbayar.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.Salah satu contohnya adalah penyedia layanan streaming musik, SPOTIFY. Untuk akun yang berbayar, kita diberikan beberapa fasilitas diantaranya bebas iklan saat mendengarkan musik, bisa memilih lagu secara tidak terbatas dan bisa menyimpan lagu secara offline untuk diputar ketika kita tidak memiliki akses internet. Spotify juga bisa digunakan secara gratis hanya saja kita akan disuguhi iklan di sela-sela lagu yang sedang kita dengarkan, tidak dapat memilih lagu secara langsung (terbatas perharinya) dan tidak bisa menyimpan lagu secara offline.[1]

Pernahkah anda berpikir kenapa penyedia layanan di internet berani memberikan pelayanan mereka secara cuma-cuma? Pada kenyataannya, layanan yang mereka suguhkan kepada kita tidak gratis sepenuhnya. Kita membayar mereka dengan memberikan identitas kita secara cuma-cuma kepada mereka.

Saat kita menggunakan fasilitas sosial media, penyedia layanan tersebut merekam semua aktifitas yang kita lakukan seperti: apa hal yang kita sukai; dengan siapa saja kita berinteraksi; bahkan sampai status yang kita pasang di profil sosial media kita mereka kumpulkan dan diolah sehingga menghasilkan informasi lengkap mengenai seperti apa diri kita [2][3]. Informasi tersebut kemudian mereka jual kepada para pengiklan. Itulah mengapa kita bisa menemukan iklan yang sangat berkaitan dengan hal yang sedang kita hadapi saat ini [4].

Bagi anda yang tidak menggunakan layanan sosial media, mungkin bisa merasa aman, akan tetapi, dapatkah anda melepaskan ketergantungan terhadap salah satu raksasa mesin pencarian? Tentu akan terasa sulit. Anda dapat berargumen, saya tidak menggunakan layanan mesin pencari tersebut, tapi saya menggunakan layanan mesin pencari alternatif yang tidak merekam aktifitas pencarian saya. Tunggu dulu, salah satu studi menunjukan bahwa Raksasa Mesin Pencarian tersebut sudah menempatkan software analisisnya di sebagian besar website yang menggunakan jasa Analisis yang mereka sediakan [5].

Jangan lupa juga bahwa sebagian besar dari kita menggunakan Sistem Operasi yang mereka buat di Ponsel kita. Sehingga mereka dapat merekam semua aktifitas kita termasuk saat kita menonton Video, menulis email, menggunakan fasilitas Peta Online yang mereka buat [6]. Sehingga ada harga yang kita bayar dengan mahal untuk menggunakan fasilitas yang mereka sediakan secara gratis.

Secara tidak sadar kita menyetujui hal tersebut. Kita memberikan izin kepada mereka untuk menjual identitas pribadi sebagai kompensasi atas layanan gratis. Sebagai contoh dari syarat dan ketentuan yang jarang bahkan kita tidak pernah baca bisa dilihat disini [7]. Faceapp yang akhir-akhir ini sedang ramai digunakan, salah satu layanan yang mereka sediakan adalah mengubah foto kita menjadi lebih tua. Dalam Syarat Penggunaan Poin ke 5 (lima) paragraf ke 3 (tiga) kita setuju memberikan izin kepada mereka untuk menggunakan data (foto) yang kita unggah ke aplikasi mereka untuk mereka gunakan dalam kepentingan komersial.

Masih dalam point yang sama paragraf terkahir, kita juga diberitahukan bahwa data (foto) yang kita hapus dalam aplikasi, ternyata masih berhak untuk mereka simpan di server mereka dengan tidak terbatas. Apakah sampai sana saja kejahatan dari layanan gratis? Tidak juga ada yang lebih menyeramkan. Tentu kita ingat beberapa saat kemarin pemerintah kita menutup akses ke layanan pesan singkat untuk meminimalisir penyebaran hoax. Banyak dari kita memanfaatkan fasiltas VPN gratis yang mudah dicari lewat Toko Aplikasi. Sampai terjadi proses pencurian data sensitif oleh penyelenggara VPN tersebut [8].

Fakta bahwa layanan itu gratis adalah akar dari masalah penyalahgunaan data diri. Kita lebih memilih menggunakan layanan gratis dari pada membayar untuk menggunakan layanan berbayar. Penyedia layanan menyediakan iklan pada layanannya sebagai ganti dari pembayaran yang kita lakukan. Kita sebagai pengguna diharuskan lebih cermat dalam menggunakan layanan yang tersedia secara gratis di internet.

Sumber Data :

    https://www.spotify.com/id/premium/
    https://www.pnas.org/content/112/4/1036
    https://www.theguardian.com/technology/2013/mar/11/facebook-users-reveal-intimate-secrets
    https://slate.com/technology/2013/03/facebook-advertisement-studies-their-ads-are-more-like-tv-ads-than-google-ads.html
    https://techcrunch.com/2012/04/12/google-analytics-officially-at-10m/
    https://www.washingtonpost.com/news/the-switch/wp/2016/07/05/how-to-make-google-forget-your-most-embarrassing-searches
    https://faceapp.com/terms
    https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190522201945-185-397566/3-bahaya-pakai-vpn-buat-akali-pembatasan-medsos

 

Ardi Mardiana, Penuis adalah  Dosen Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Majalengka

 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ini Kesan Indra Mustafa Ketika Duet Bareng Nick Kuipers Kalahkan Borneo FC https://t.co/Xg8cxgFfTs
Dana Desa Rp106,6 Juta Di Desa Marengmang untuk Hotmix Jalan Sepanjang 400 Juta https://t.co/ekN5L7VlXm
Awas Musim Ular, Lakukan 3 Langkah Ini https://t.co/fQBCXTixxl
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page