FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

(OPINI) Negara Muslim dan Konflik Dunia

Korban tewas dalam penembakan brutal di dua mesjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) bertambah menjadi 49 orang. Kepolisian Selandia Baru menyebut penembakan brutal ini ‘direncanakan sangat matang’. (detik.com)

Apa yang terjadi di Selandia Baru, bukan hal baru yang dialami kaum muslim. Sebelumnya ratusan ribu nyawa kaum muslim menjadi korban pembantaian di Suriah, Irak, Palestina, Kashmir, Uighur dan Rohingya. Sungguh nyawa kaum muslim hari ini tidak berharga. Padahal Islam memberikan penghargaan yag tinggi pada darah dan jiwa manusia.

Sebagaimana firman Allah, “ Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.” (QS. al-Maidah:32). Yang lebih menyedihkan dan bahkan membuat geram adalah para teroris yang dengan bangga menyiarkan tindakannya secara langsung.

Wajib atas kaum muslim dibelahan dunia manapun untuk peduli terhadap urusan kaum muslim yang lain, melindungi mereka, memelihara keimanan dan keislaman mereka, sekaligus mencegah mereka dari kezaliman para penjajah.

Hari ini kaum muslim tersekat-sekat dengan konsep negara bangsa (nation state), sehingga merasa bukan menjadi urusan mereka ketika negara yang lain ditindas, dianiaya dan dizalimi. Para penguasa negeri muslim tidak ada satu pun yang merespon penderitaan umat. Mereka menutup mata dari penderitaan kaum muslim. Tragisnya, Raja Saudi Muhammad bin Salman justru mendukung pemerintah komunis Cina untuk melanjutkan program ‘deradikalisasi Islam’ terhadap muslim Uighur. Para pemimpin negeri-negeri Islam pun malah bermesraan dengan negara-negara yang nyata-nyata menganiaya kaum muslim.

Kaum muslim butuh pemimpin yang sanggup melindungi dan membela mereka. Kita butuh Khilafah yang akan menjadi perisai yang akan menghukum siapa saja yang berani menganiaya kaum muslim. Sabda Rasulullah saw, “ Sesungguhnya al-imam (Khalifah) itu (laksana) perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, maka dia (Khalifah) mendapatkan pahala karenanya dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)

Imam (Khalifah) menghalangi /mencegah musuh dari mencelakai kaum muslim, dan mencegah antar manusia satu dengan yang lain untuk saling mencelakai, memelihara kemurnian ajaran Islam, dan manusia berlidung di belakangnya dan mereka tunduk di bawah kekuasaannya. Khalifah memberlakukan hukum-hukum Allah dalam mengatur hak-hak manusia agar tidak berbuat zalim.
Imam atau Khalifah harus bisa memberikan rasa aman atas urusan dunia dan agamanya (atas penyimpangan) akibat dari serangan musuh-musuh Islam baik itu dari kalangan kafir ataupun dari kalangan orang-orang munafik.

Mungkinkah negeri-negeri muslim dengan konsep nation state-nya mampu menyelesaikan penderitaan kaum muslim dunia? Kita membutuhkan Sistem Islam yang akan menjadi perisai yang melindungi kaum muslim.


Umas Hayati, Ibu Rumah Tangga Tinggal di Subang

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1

Twitter Update

Hari Ini, Samling dan Simling Hadir di Pembukaan Majalengka Expo. Berikut jadwal sepekan ke depan https://t.co/ii1ad3GGMJ
Ratusan Calhaj dari 2 Kecamatan di Subang Pantura Ikuti Bimbingan Haji https://t.co/ye3gC7azvH
Pasang Baliho APBDes, Kades Tanjungrasa Kidul Ajak Warga Awasi https://t.co/lQk1Ri12cY
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page