FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Emansipasi dan Eksploitasi Tubuh Wanita

Internasional women's Day atau hari perempuan Internasional diperingati tgl 8 Maret kemarin. Setiap tahunnya perayaan tersebut berganti-ganti tema, untuk tahun 2019 ini mereka mengangkat tema " Balance For Better ".

Dalam situs resminya, International Women's Day mengungkapkan alasan kenapa 'balance for better' menjadi tema pada 2019 ini. Pada 2019 ini ditujukan untuk kesetaraan gender, kesadaran yang lebih besar tentang adanya diskriminasi dan merayakan pencapaian perempuan. Hal ini termasuk mengurangi adanya gap pendapatan atau gaji pria dan wanita. Memastikan semuanya adil dan seimbang dalam semua aspek, pemerintahaan, liputan media, dunia kerja, kekayaan dan dunia olahraga. Demikian penjelasan di situs resmi Hari Perempuan Internasional.

Alih alih kesetaraan gender kaum perempuan pun banyak yang dimanfaatkan dengan mengexplor tubuh dan kecantikannya untuk hal-hal yang memang mempunyai kepentingan-kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Dengan adanya perayaan tersebut jadi membuat perempuan semakin berani muncul atau menjadi berani tampil terdepan melupakan kodratnya sebagai perempuan.

OPINI LAIN:
Brenton Tarrant dan Paganisme Modern
Tugas dan Peran Generasi Islam di Era Globalisasi
Manajemen Waktu Persfektif Islam
Jejak Doktrin Agama dan Kolonialisme Dalam Secangkir Kopi

Masalah perempuan sendiri dari Zaman sebelum Islam ada sangatlah memandang hina kaum perempuan contohnya di Yunani perempuan menjadi sarana kesenangan semata, di Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami menjual anak perempuan atau istrinya sendiri, di Arab hak seorang anak mewarisi Istri ayahnya. Mereka tidak dapat hak waris dan hak harta benda hal itu terjadi di persia, Hindia, dan negeri lainya (Lihat al Mar`ah, Qabla wa Ba’da al Islâm, Maktabah Syamilah, Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 9-14).

Orang-orang Arab ketika itu pun biasa mengubur anak-anak perempuan mereka hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan, hanya karena ia seorang wanita. Allah berfirman tentang mereka,

 وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ  بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ  مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ . يَتَوَارَى  مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ  مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ  عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ  فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

 “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl [16]: 58).

Dan masih banyak lagi kedzoliman-kedzoliman lainnya. (muslim.or.id)

Kemudian cahaya Islam pun terbit menerangi kegelapan itu dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memerangi segala bentuk kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali. Perhatikan Allah berfirman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita dalam ayat berikut:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ  آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ  أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا  وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا  بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ  إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)

Jadi memang perempuan di dalam Islam sangatlah dimuliakan dan dilindungi tentunya tidak seperti saat ini banyak kaum perempuan yang hanya dimanfaatkan. Menjadi perempuan mulia sendiri harus terus belajar lebih giat lagi karena bagaimanapun perempuan mencetak generasi dan pejuang untuk membela agama kedepannya.

Dengan cara dan aturan yang sesuai tentunya yaitu dengan berpedoman kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah tentunya dan perempuan pun hanya akan mulia dengan Syariat.

Wallahu a’alam bish-shawab

Ida Mawadah R, Tenaga Pendidik PAUD di Subang

 


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIAJUcom
Twitter: TINTAHIAJUcom
YouTube: TINTAHIAJU Channel


Twitter Update

Bawaslu Jabar Beri Santunan untuk Keluarga Pengawas TPS yang Meninggal https://t.co/qlTiXGffjj
Suara Prabowo di TPS Depok 148 Ditulis di Web Cuma 3 Suara https://t.co/DLNlMoyLvE
Jelang Ramadan Harga Cabai Merah di Pabuaran Subang Semakin 'Pedas' https://t.co/myZRZFxRi3
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page