FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Gaji Guru, Antara Gaya Hidup dan Hidup Berkah

Kesejahteraan guru memang selalu menjadi topik menarik untuk didiskusikan.  Jumlah rupiah yang diperoleh setiap bulannya (masih) dipandang sebagai satu – satunya barometer untuk mengukur tingkat ketenanagan ataupun kesenangan hidup mereka.

Guru yang berpenghasilan cukup tinggi sering kali diidentikkan dengan sosok yang penuh kebahagiaan. Sedangkan mereka yang memperoleh pendapatan dibawah rata – rata dianggap sebagai guru yang “kurang beruntung” sehingga pantas untuk dikasihani. Benarkah demikian ?

Fakta bahwa guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki penghasilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang menyandang status honorer memang benar adanya. Besarnya gaji pokok serta tunjangan lain yang diterima setiap bulannya akan membuat siapa pun merasa iri saat melihatnya. Sayangnya, penghasilan yang tinggi itu nyatanya tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja mereka ataupun kebahagiaan yang dirasakannya.

Dalam banyak kasus, guru honorer justru tak jarang menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berstatus PNS. Begitu pun dalam hal ketenangan hidup, tidak sedikit dari guru honorer yang terlihat lebih bahagia dalam menjalani kehidupannya dibandingkan rekan – rekan mereka yang berstatus PNS. Mereka bahkan mampu menyekolahkan anak – anaknya hingga ke perguruan tinggi sekalipun gaji yang diterima setiap bulannya tidak terlalu besar.

Adapun gaya hidup guru menjadi faktor utama yang menentukan kebahagiaan mereka dalam menjalani hari – harinya. Di tengah tingginya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan, sebagian guru justru menghabiskan jutaan rupiah setiap bulannya hanya untuk sekedar membeli tas, gadget, ataupun aksesoris lainnya. Tak hanya itu, sebagian dari mereka bahkan memaksakan diri untuk menyicil kendaraan roda empat sekalipun harus mengorbankan kebutuhan hidup lainnya yang jauh lebih penting. Tak heran apabila setiap awal bulan guru-guru semacam ini pusing tujuh keliling karena harus berpikir keras untuk memenuhi kewajibannya kepada pihak bank ataupun penyedia jasa pembiayaan lainnya.

Selain ditentukan oleh gaya hidup, keberkahan rezeki yang diterima oleh seorang guru juga ditentukan oleh keseriusan mereka dalam mendidik anak didiknya. Guru yang bekerja secara asal – asalan biasanya akan lebih cepat menghabiskan uang yang mereka miliki tanpa terasa sama sekali. Sebesar apapun gaji yang diterima akan dirasa kurang akibat ketidakmampuan mereka dalam mengelola keuangan secara (lebih) bijak. Guru semacam ini biasanya lebih sibuk di luar kelas untuk “mengejar setoran” daripada memperhatikan anak didiknya. Adapun kehadiran mereka di sekolah hanya dianggap sebagai penggugur kewajiban semata.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberkahan hidup seorang guru bukanlah ditentukan oleh status kepegawaian ataupun besarnya pendapatan yang diterimanya. Kemampuan dalam mengelola anggaran secara lebih bijak merupakan hal yang lebih penting dimiliki oleh seorang guru. Dalam hal ini menyisihkan sebagian pendapatan untuk membeli buku ataupun mengikuti berbagai pelatihan dapat dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang pendidik. Selain itu menjadikan anak didik sebagai fokus utama dalam menjalankan aktivitasnya hendaknya dilakukan oleh setiap guru. Dengan begitu, setiap rupiah yang kita terima setiap bulan pun akan benar – benar menjadi (lebih) berkah.

Ramdan Hamdani, Penulis adalah Praktisi Pendidikan tinggal di Subang
 
FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Terserang Flu? Ini Sarapan yang Wajib Anda Konsumsi https://t.co/z3kkGWTwuf
Ini Profil Bupati Indramayu Supendi yang Terjaring KPK https://t.co/luMDByuV6T
Bupati Indramayu Terjaring OTT KPK, Terkait Kasus di Dinas PUPR? https://t.co/7aEftn2hr9
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page