Follow us:

Islam dan Iptek

Islam adalah salah satu agama yang paling banyak dianut oleh umat manusia dimuka bumi dan Indonesia dengan penduduk yang mencapai 240 juta adalah negara yang bukan hanya berpenduduk mayoritas muslim tetapi juga merupakan negara muslim terbesar di dunia, Indonesia sejatinya memiliki potensi yang luar biasa dan memiliki posisi sentral dan menentukan untuk berperan dalam hubungan dunia internasional  khususnya Islam,  tetapi sangat disayangkan kuantitas yang melimpah tidak sebanding dengan kualitas yang ada baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya. Ini tidak bisa dilepaskan, mental sebagai bekas negara terjajah selama beratus-ratus tahun yang rendah diri, minder, merasa tidak bisa bersaing dengan bangsa lain selain memang karena lemahnya penguasaan ilmu dan teknologi.

Bahkan ada yang lebih memprihatinkan lagi, bahwa seolah-olah ada dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu umum, khususnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi, tapi syukurlah trend saat ini adalah munculnya kesadaran bahwa ilmu adalah satu, kalaupun berbeda itu hanya sebatas klasifikasi yang sejatinya saling membutuhkan, mendukung satu sama lain, dalam bahasa yang lebih mentereng mengakui adanya“integrasi dan interkoneksi ilmu”, ini terbukti dengan berdirinya sekolah-sekolah yang mengintegrasikan ilmu umum dengan ilmu agama sebagai satu kesatuan ilmu, dimana siswa tidak melulu dikenalkan, diajarkan dan didorong berprestasi dalam ilmu-ilmu umum seperti IPA, Matematika, Kimia, Fisika, Akuntansi, Administrasi bisnis, Teknologi Informasi dan Komunikasi tetapi juga diarahkan untuk senantiasa mendirikan shalat, membaca al Qur’an, berperilaku yang mulia, demikian juga sebaliknya di madrasah, pesantren atau sekolah berbasis agama lainnya, tidak hanya diajarkan membaca kitab kuning, menghafal do’a-doa, dengan sistem pengajian bandongan dan sorogan, tetapi juga ada sekolah dengan kurikulum penggabungan dari Kemendiknas, Kemenag dan lokal berciri khas pesantren, dengan didukung oleh lab bahasa, lab kimia, lab IPA dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa sejatinya Islam dan Iptek saling membutuhkan dan mendukung, secara sederhana penulis akan menyampaikan hubungan Islam dengan Iptek.


OPINI LAINNYA:
Membangun Pendidikan Karakter Lewat Pendidikan Prasekolah
Renovasi Pola Pikir: Prototipe Pembangunan Majalengka
Nasib Literasi: Mati Segan Hidup Tertahan


Pengertian Islam
Secara etimologis kata Islam berarti bersih, selamat dari kecacatan lahir bathin. perdamaian dan keamanan, juga berarti berserah diri, tunduk, patuh dan taat. Sedangkan secara terminologis Islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia diturunkan di muka bumi dan terbina dalam bentuknya yang terakhir dan sempurna dalam Al Qur’an yang suci yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi-Nya yang terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW, satu kaidah hidup yang memuat tuntunan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia, baik spiritual maupun material.  Islam dapat juga diartikan sebagai  agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW, berisi aturan-aturan atau norma-norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia dan manusia dengan alam semesta, dalam Al Qur’an disebutkan : “Islam adalah satu-satunya agama yang diridlai Allah SWT” (Q.S Ali Imron : 19, 85),“Agama yang sempurna” (Q.S Al Maidah : 3), “Agama Penyerahan diri semata-mata karena Allah” (Q.S An Nisa :125), “Agama para Nabi” (Q.S Al Baqarah : 136), “Agama yang serasi dan sesuai benar dengan fitrah manusia” (Q.S Ar Rum : 30).

Pengertian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan  pancaindera, ilustrasi dan firasat. Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasikan, diorganisasi, disistimasi dan dinterprestasikan sehingga menghasilkan kebenaran objektif. telah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Dalam kajian filsafat setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Karena seseorang yang memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu tapi tidak memperdalam disebut generalis. Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan dalam sudut pandang budaya dan teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral, akan tetapi dalam situasi seperti ini teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi yang merusak dan potensi kekuasaan,
Iptek menurut Islam

Allah berfirman dalam Al Qur’an “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Mujadillah [58] : 11 ). Pada surat lain “Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu?’ Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar [39] : 9). Adapun hadits Nabi yang berkaitan dengan ilmu diantaranya “Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini.”juga “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin, Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu.” Dan “Barang siapa ingin menguasai dunia dengan ilmu, barang siapa ingin menguasai akhirat dengan ilmu, dan barang siapa ingin menguasai kedua-duanya juga harus dengan ilmu”
Menurut Mehdi Ghulsyani (1995), dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok;
1) Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-Qur’an yang sesuai.
2) Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami.
3) Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya. Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir istilah “islamisasi ilmu pengetahuan”.

Kontribusi Iptek bagi dakwah islam
Beberapa contoh kontribusi iptek untuk dakwah Islam adalah arsitektur  masjid yang indah sesuai dengan budaya lingkungan setempat  membuat jamaah senang dan nyaman beribadah, wayang sebagai alat dakwah walisongo yang sangat efektif, perkembangan busana muslim seperti jilbab, dakwah di tv, internet (salah satu ulama yang menggunakan internet sebagi media dakwah adalah KH Fami Basya), koran, majalah, penggunaan LCD dalam kajian keislaman di kampus, masjid dan majlis taklim, penggunaan internet, blog dan situs-situs islami seperti suara Islam, swara muslim, Al Qur’an dan Hadits digital mempermudah pencarian ayat, tarjamah dan tafsir alQur’an dll.

Tokoh-tokoh iptek dalam Islam
Diantara tokoh-tokoh iptek dalam Islam adalah Ibnu Sina bidang Filsafat dan Kedokteran, disebut bapak kedokteran penemu termometer alat pengukur suhu, dan penulis buku Qanun yang menjadi rujukan medis, Ibnu Khaldun bidang Filsafat dan Sosiologi, Al Jabar dalam bidang Matematika, Al Khawarizmi penemu angka nol dan teori logaritma,  Al Biruni, ahli pertanian Al Farghani dalam bidang astronomi. Ibnu Majid ahli geografi dan navigasi, Ibnu Bathutah ahli sejarah dan pengelana, Ibnu Al Haytsam ahli fisika, Sibawayh ahli gramatika bahasa Arab, Ibnu Arabi ahli tasawuf perintis Wahdatul Wujud, Jabir bin Hayyan, Bapak ilmu Kimia, pendiri laboratorium pertama, Prof Dr Abdus Salam ahli fisikaperaih nobel fisika 1979, Prof DR Ing BJ Habibie dan masih banyak lagi. Ini menunjukan bahwa sumbangsih umat Islam untuk ilmu pengetahuan dan teknologi sangat besar dan tidak terbantahkan.

Demikian tulisan ini semoga mendorong kita untuk tidak lagi melakukan dikotomi terhadap ilmu yang akan merugikan kita sendiri, baik sebagai individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat, tetapi justru mensinergikan dan mengintegrasikan ilmu yang ada untuk kemaslahatan kehidupan umat manusia,dan jadilah kita pribadi sebagai individu pembelajar,keluarga pembelajar, masyarakat pembelajar dan bangsa pembelajar yang selalu bergerak maju menujukemuliaan hidup di dunia dan akhirat,   dan paling akhir penulis ingin menyampaikan untaian hikmah yang sering kita dengar yaitu : “Dengan Ilmu hidup akan mudah, dengan seni hidup akan indah, dengan aqidah hidup akan terarah”. Semoga tercapai, amin. Wallahu a’lam bissawab.
       

*H. Nasrudin SPdI, SE, MSI, Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo

 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIjaucom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIAJU Channel

 


Twitter Update

Diduga Korupsi Dana Desa, Dua Mantan Kades di Majalengka Berurusan dengan Hukum https://t.co/4Zs4Y3svIU
Jelang Pemilu, Kasau Tegaskan Harga Mati TNI Wajib Netral https://t.co/9Femj7fBf4
Jangan Ditiru! Ini Pengalaman Buruk Kebiasan Pake Ojol https://t.co/2VkGm1qzLW
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page