FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Nasib Literasi: Mati Segan Hidup Tertahan

Orang-orang literat percaya dan yakin jika literasi dapat jadi pondasi kejayaan suatu negeri, bahkan dunia telah menunjukan bahwa bangsa-bangsa besar terlahir bersama kesadaran literasi yang besar pula dari masyarakatnya, namun sayang hingga hari ini literasi bagai bunga di padang pasir nan gersang, hidup segan mati tertahan. bukan karena programnya yang kurang keren dan bagus namun hari ini kita kekurangan sumber energi literasi yang punya cadangan tenaga yang susah dimatikan.

Program literasi secanggih apapun jika tidak digarap dan digerakkan oleh perangkat dan instrumen yang memiliki ribuan cadangan energi maka tak akan pernah bertahan lebih dari sekedar program musiman atau program stimulan yang bagai hujan sesaat di padang gersang, datang sesaat lalu hingar bingar setelahnya hanya tinggal keindahan yg tinggal kenangan.

Beratnya membangun bangsa literat dengan menumbuhkan budaya literasi bukan pada bagian awal dilaunchingkan namun pada bagian berikutnya saat menjaga keistiqomahan, karena bicara literasi adalah berbicara tentang cara membangun sebuah peradaban bukan tentang sebuah kegiatan. Bagian launching akan selalu jadi bagian indah yg kemegahannya akan diakui oleh banyak orang namun setelahnya hanya akan jadi onggokan nisan yg hanya di jaga dan dipelihara dengan terbata-bata oleh segelintir orang .

Jika kami boleh menyumbangkan sedikit ide maka hal berikut mungkin jadi hal yang bisa di renungkan:

1. Energi terbesar gerakan literasi berada pada para pegiat dan pelaku literasi sejati yg berada di taman-taman bacaan, TBM, rumah baca, perpustakaan mandiri, para penulis dan pecinta-pecinta buku yg hidup tanpa menggantungkan diri pada belas kasihan namun pada kemandirian dan bekerja tidak atas pujian dan pengakuan. Buat komunitas Pusat Literasi yg menampung dan melibatkan seluruh pemeran dan penggerak nyata literasi, jadikan mereka penggerak garda terdepan dengan memberinya tantangan, ruang dan kepercayaan yg tidak setengah rasa.

2. Fungsikan perpustakaan-perpustakaan sekolah, daerah dan instansi-instansi pemerintah dengan serius melalui penguatan manajemen, penggunaan dan pengembangan program-program inovasi budaya baca.

3. Gulirkan dengan sungguh-sungguh dan serius program literasi guru, selama ini baru siswa yang jadi target program literasi namun guru belum serius dijadikan target. Program literasi sekolah sebagus apapun AKAN GAGAL jika para gurunya kurang/TIDAK SUKA BACA APALAGI NULIS. Inilah yang jadi penyebab gerakan literasi WJLRC jabar yang secara konsep sangat bagus namun tak berjalan setelah programmnya berakhir digebyarkan, bahkan terpaksa berhenti pada sekolah-sekolah perintis saja.

4. Membangun sinergitas pegiat literasi dengan pemerintah mengokohkan budaya literasi. Pemerintah harus mengambil peran lebih dari hanya sekedar menyusun program namun menjamin kesinambungan dan kelanggangannya karena hal ini sangat mungkin dimainkan.

5. Programkan kegiatan-kegiatan besar insidental dengan konten-konten literasi yang menarik dan mengundang rasa penasaran serta menumbuhkan rasa tantangan dan kebanggaan bagi masyarakat. Paksa perusahaan dan lembaga-lembaga NGO bermodal besar untuk ikut terlibat dalam program ini.

6. Susun dan berlakukan instrumen pengawasan dan penjaminan pelaksanaan program yang konsisten, sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

7. Jadikan semua pimpinan wilayah, daerah menjadi juru kampanye dan penegak disiplin budaya literasi. Jika mereka sukses berkampanye merebut kursi kekuasaan untuk jabatan 5 tahunan masa tidak mampu menjadi jurkam ulung literasi yg manfaatnya akan terasa hingga lewat mati

8. Bismillah mulai secepatnya karena jaman akan sangat cepat bergerak dan berubah sementara energi kita sering tak cukup besar dan kuat untuk istiqomah.

Wawan Hermawan, Penulis adalah Guru SDN Pelita Karya Jalancagak Subang

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


Twitter Update

(Video) Dua Pengawas TPS di Subang Meninggal Karena Kelelahan dan Kecelakaan https://t.co/OZdGdpJSvO
Kapolda Jabar Minta Warga Sabar Tunggu Rekap Resmi KPU https://t.co/StpMlRfSgL
Bawaslu Jabar Takziyah ke Rumah Pengawas TPS Subang yang Meninggal Dunia https://t.co/mhegIyvGpL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page