Renovasi Pola Pikir: Prototipe Pembangunan Majalengka

Kegelisahan saya tentang Majalengka berawal dari semenjak SMP, dimana wacana pembangunan Bandara Internasional terbesar setelah Soetta akan dibangun antara di Karawang dan Majalengka. Saat itu saya hanya bertanya ..apa mungkin di Majalengka ??
Krn yg saya tahu Majalengka ini tidak populer, kuper, dan perantau ulung. Dan itu mendarah daging ke pola pikir anak SMP lainnya yang sudah berniat akan melanjutkan pendidikan ke luar kota dan berkarir di luar Majalengka. Hampir semuanya seolah olah Majalengka tidak seksi untuk dinikmati bahkan dilirik.

Lalu, munculah Jalan Tol Cipali yang fenomenal di Indonesia. Dan sialnya, itu melintasi Majalengka. Sial karena Majalengka dipaksa 'hudang'(bangun) padahal ia sedang enak-enak nya menikmati ketidakpercayaan dirinya.

BACA: Car Free Day dan Wajah Kota Majalengka



Lebih apes lagi, Bandara Internasional sudah ditetapkan akan dibangun d Utara Majalengka tepatnya di Kertajati karena Karawang sebagai lumbung padi terbesar akan fokus membangun pelabuhan nya.

Bagi org Majalengka, fenomena ini menjengkelkan. Bayangkan saja kita sedang tertidur pulas, nyenyak, apalagi sambil bermimpi indah...sekonyong2 ada yg  membangunkan.." Woy bangun !!..Ini ada Tol dan Bandara Internasional di wilayah Majalengka..bonusnya adalah pabrik-pabrik asing yang makan, tidur berkembangbiak  dan membuang kotoran d wilayah Majalengka "  kesal sekali...dan kesal nya itu kurang afdol jika tidak di umpatkan. Lalu pertanyaannya ? Apakah Majalengka "hudang" semuanya?
Belum..sebagian besar masih terbuai dengan impian palsunya dan lanjut tidur kembali. Tapi ada yang sudah dalam mode "lulungu" mereka diambang kebimbangan yg mereka sendiri tidak tau apa yang harus dibimbangkan. "Saya harus bagaimana?"..mereka terus bertanya tanya layaknya Nabi Ibrahim as. Mencari Tuhan yang sejati.

Itulah kiranya yg saya dapatkan dan rasakan 10 tahun kebelakang. Saya perkecil sekup tulisan ini ke arah pendidikan. Saya tidak pernah menduga pendidikan SMK begitu diminati (termasuk saya masuk SMK Jurusan Pariwisata) . Seolah olah itu adalah solusi paling cepat tanpa tahu jitu atau tidak. " Masuklah SMK..dijamin cepat mendapatkan Kerja" orang tua Majalengka mana yg klepek-klepek di gombali seperti itu. Ya..dulu memang lulusannya begitu di andalkan industri. Tapi beda yang dirasakan sekarang. Lulusan SMK terlalu membludak. Tidak hanya di Majalengka saya lihat. Setiap event2 job fair,  map coklat pelamar kerja selalu lebih banyak dari brosur lowongan kerja itu sendiri. Sampai terkadang penjaga stand Job Fair berkali-kali memungut map coklat pelamar kerja yg terjatuh saking buanyakk nya lamaran yang masuk. Artinya adalah indeks kebutuhan industri terhadap tenaga kerja tidak sebanding dengan jumlah lulusan angkatan kerja. Overload.

Sayangnya, Solusi yang dihadirkan bukan lebih menitikberatkan bagaimana si pencari kerja ini punya ruang untuk memperbaiki pola pikirnya dan menemukan identitasnya, tapi justru malah menambah jumlah industri besar yang bisa menyelematkan data ketidakseimbangan tadi. Anggaplah terdapat 300.000 org pengangguran d Majalengka. Dihadirkanlah Industri non kreatif (manusia yang dirobotisasi) yg mampu menjaring 10ribu nya, artinya harus tersedia 30 industri besar di kawasan itu. Apakah masalah tuntas?? Ya..pengangguran berkurang..dan kita terlena berkepanjangan atas pencapaian itu..tapi sebenarnya kita malah memperburuk keadaan hingga tak terasa ruang-ruang industri menghilangkan (bahasa sopan nya " mengalihfungsikan" ) tanah produktif pangan dan tempat tinggal kita. Bibit bibit penyesalan mulai hadir ditengah-tengah kita. Belum lagi yang paling pedih adalah sebenarnya 300.000 orang tadi punya impian ..tapi karena peluang robotisasi tadi, terpaksa ia bunuh impiannya sendiri.   Seharusnya...mereka kini menjadi atlet olahraga berprestasi, menjadi seniman yang menginspirasi, menjadi penulis hebat, menjadi sutradara yang mendunia, menjadi pengusaha  berkarakter dll.

Ah lieur ceuk saya teh...sudahlah ada pihak yang lebih berwenang mengurusnya. Saya harap Majalengka akan baik-baik saja. Tapi nyata nya ..Majalengka masih seperti putri tidur yang terlena oleh nenek sihir pemberi apel. Menantikan sosok pangeran yang menciumnya tulus. Yang kehadirannya mampu memurnikan hati dan fikirannya sang putri dari kendali sihir.

Ini baru di pendidikan dan tenaga kerja, belum bidang lainnya yang mulai merengek rengek minta kita manjakan.
Tapi ada 1 harapan yang bisa kita upayakan dari sekarang.

Membangun Infrastruktur fisik...setuju...sangat setuju sekali. Tapi, seharusnya kita lebih memaksimalkan infrastruktur pola pikir secara berjamaah dan masif. Ada visi ada misi. Ada Aqidah ada Akhlak. Ada Akar ada buah. Lalu pertanyaan seharusnya adalah bagaimana saat ini kita membangun sesuatu yang tak terlihat secara konstruktif dan menyeluruh ..lalu bangun sesuatu yang terlihat ..bahkan lebih bagus beriringan bersama. Jika memang pola pikir kita mampu utk menjangkaunya.

Saya teringat ketika membaca buku sejarah pada masa di mana Amerika mengebom Nagasaki-Hiroshima...apa yang dilakukan Jepang pasca tragedi mengerikan tersebut?? Untuk membangun kembali kehancuran yang di sebabkan oleh Amerika... Jepang mengumpulkan guru guru , akademis, buku buku dll ..orang2 dan catatan2 yang kaya akan intelektual guna untuk mencerdaskan generasi berikutnya nya sebagai peletakan batu pertama dalam pembangunan ulang negeri nya.. Seandainya Jepang lebih memprioritaskan infrastruktur yang hancur karena bom atom tersebut... Mungkin Jepang tidak seperti sekarang ini. Sepakat??

Teringat Singapura, negara adidaya d Asia tenggara yang wilayahmya tidak lebih luas dari Jakarta. Visi seorang Chinese dari Lee Kuan Yew mampu mengakselerasi Peradaban Singapura dengan pendekatan bahasa Inggris yang notabene dianggap "musuh" bangsa timur. Tapi lihat, Singapura menjadi kiblat Asia tenggara. Padahal seharusnya berkaca dari apa yang Allah titipkan ke Indonesia. Indonesia seharusnya......( Ah sudahlah...tanpa disebutkan..harapan kita sama).

Lalu bagaimana dengan Majalengka??
Saya tanya balik...bagaimana dengan anda?? Anda tau bagaimana majunya Jepang, Amerika, Singapura..tapi siapkah anda merenvasi pola pikir?? Sama seperti yang mereka lakukan?

Allah memberikan amanah yaitu pengetahuan bahasa asing kepada saya..yg membuat sy selalu terkoneksi dengan dunia yang terjadi detik ini.
hubungannya dengan Majalengka adalah pintu gerbangnya sudah tersedia Sangat jelas ..masa sih akan kita runtuhkan lagi. Jika ancaman datang, lawan itu dengan memanfaatkan kesempatannya..sehingga ancaman-ancaman tersebut tertanggulangi. Saya merasa harus memberitahukan apa yang sekarang dunia kerjakan kepada Majalengka. Di saat bangsa lain sedang berusaha membuat lift menuju bulan, mengganti karyawan dengan robot, mengganti guru, buku dan dosen dengan teknologi gadget.dll...kita..Majalengka dan Indonesia sedang diberikan tantangan untuk mensepakati bersama identitas kita. Akan menjadi apa kita dihadapan dunia yang sedang berlari saat ini...sebelum semuanya terlambat..sebelum kita kembali merasakan era kolonial modern. Jawabannya dimulai dari paragraf terakhir saya.

Saya mengajak anda semua untuk merenovasi pola pikir, meningkatkan keimanan terhadap Tuhan, lebih membuka komunikasi dengan pohon, air ,burung, oksigen  dan tetangga kita , membuka lebih luas wawasan, menurunkan ego dan kebanggaan komunal, dan menyebarkan spirit kolaborasi.

Semua saya simpulkan menjadi 1 frase ..yang dengannya menjadi spirit bersama untuk berjalan menuju masa depan. Melangkah bersama-sama dan teriakan

Majalengka Hudang !!!


Imam Abdul Muntaqim, Penulis adalah Guru bahasa Inggris biasa yang hobinya pungut sampah


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel

 


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Polres Subang Sambut Perubahan Status Menjadi Polresta https://t.co/sS54IQprDV
Hasil Pantauan Udara, BPBD Majalengka: Api di Gunung Ciremai Sudah Padam https://t.co/cvzr1ceVp7
Rumah Warga Dilalap Si Jago Merah, 2 Unit Damkar Subang Dikerahkan https://t.co/lHoDSMjDZM
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page