Follow us:

Antara Prestasi, Apresiasi dan Kriminalisasi

Pernyataan ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani yang menganggap Indonesia tidak memiliki tenaga kerja siap pakai mendapatkan beragam komentar dari berbagai kalangan.

Sebagian pihak menilai, apa yang disampaikan oleh ketua Kadin tersebut ada benarnya mengingat tingkat pendidikan yang diperoleh sebagian masyarakat kita cukup memprihatinkan.

Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja, dari 133 juta tenaga kerja yang ada di Indonesia hampir 50 persennya hanya berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Kondisi ini pun pada akhirnya menimbulkan kesan bahwa kualitas SDM Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara – negara lainnya.

Namun, tidak sedikit pula yang memandang pernyataan tersebut sebagai sebuah penghinaan terhadap mereka yang telah berjasa dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkiprah di luar negeri dan menduduki posisi yang cukup penting menunjukkan, Indonesia sebenarnya memiliki tenaga – tenaga terampil yang siap bersaing dengan negara – negara lainnya.

Munculnya nama – nama besar seperti BJ Habibie, Taruna Ikrar, Archandra Tahar, Ricky Elson dan sederet nama beken lainnya merupakan bukti bahwa kualitas SDM Indonesia tidak serendah yang disangkakan. Sebaliknya, bangsa yang besar ini justru kaya akan tenaga – tenaga terampil hingga bersedia “berbagi” dengan negara lain.

Jika kita teliti lebih dalam, rendahnya kualitas SDM yang dimiliki negeri ini (jika mau dikatakan demikian) bukan semata – mata disebabkan oleh terbatasnya sarana penunjang pembelajaran maupun belum meratanya kompetensi para guru. Keterbatasan anggaran juga tidak bisa dijadikan kambing hitam atas “gagalnya” proses pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga – lembaga pendidikan di berbagai jenjang.

Adapun minimnya apresiasi ataupun penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka yang berhasil meraih prestasi maupun memiliki dedikasi tinggi menjadi penyebab utama hengkangnya putra – putri terbaik bangsa ini ke negeri lain.

Pemerintah justru terkesan “memanjakan” para tenaga kerja asing yang bekerja di dalam negeri. Tak heran apabila jumlah import barang yang masuk ke Indonesia pun tetap tinggi sekalipun negeri ini memiliki banyak (lulusan) perguruan tinggi dengan kualitas yang mumpuni.

Selain minimnya apresiasi, ancaman kriminalisasi pun tak jarang membayangi para ilmuwan yang tengah berjuang keras untuk mempersembahkan karya – karya terbaiknya. “Tragedi” yang dialami oleh Ricky Elson, Warsito ataupun Dokter Terawan menunjukkan, negeri ini memang memiliki “iklim” yang tidak sehat untuk mendukung tumbuh kembangnya tunas – tunas bangsa.

Alih – alih diapresiasi, karya – karya mereka justru dipersoalkan oleh para pengambil kebijakan di negeri ini. Adalah hal yang sangat wajar apabila orang – orang dengan sejuta potensi tersebut pada akhirnya memilih untuk berlabuh ke negara lain yang benar – benar menghargai hasil jerih payah mereka serta bersedia  memfasilitasinya untuk penelitian lebih lanjut.

Alhasil, Indonesia pun hanya bisa gigit jari saat melihat hasil karya – karya  putra terbaiknya dipatenkan oleh negara lain. Adapun kita hanya mampu menjadi “pelanggan setia” dari produk – produk yang diimport dari negara lain.  

Berdasarkan gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa Indonesia akan benar – benar memiliki SDM yang berkualitas apabila pemerintah mampu memperlakukan para pahlawan masa kini tersebut sebagaimana mestinya. Dalam hal ini memberikan penghargaan yang setingi-tingginya serta mengakomodir kepentingan para ilmuwan dalam mengembangkan penelitiannya merupakan hal yang tak bisa ditawar–tawar lagi.  
    

Ramdan Hamdani, Pengamat Sosial dan Pendidikan Subang

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
 


Twitter Update

Tim Futsal Putri Univ. Majalengka Juara 1 Open Futsal Turnamen Wil 3 Cirebon dan Priangan https://t.co/cftWqKlKs7
Surprise! Ini Penampakan Wisma Karya Subang Saat Malam Hari https://t.co/y81mjDemrC
Dua Ruang SMPN Ambruk, DPRD Majalengka: Segera Ajukan Bantuan https://t.co/jH9ejRFyom
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page