Pedangdut Via Vallen dan Konsistensi Lagu Daerah

Pedangdut Via Vallen tengah naik daun. Pelantun lagu 'Sayang' itu kini hampir setiap hari menyanyi dan manggung.

Via Vallen mengaku ketenarannya sekarang tidak lepas dari Vianisti atau sebutan untuk para penggemarnya. Vianisti dianggapnya sebagai teman sekali keluarga yang selalu mendukungnya.

"Kalau mereka sakit, saya kepikiran apalagi kalau sakitnya gara-gara nonton konser saya tuh, bisa nggak tidur saya," kata Via Vallen saat meet and greet di Executive Lounge Stasiun Tugu Yogyakata, Sabtu (21/10/2017).

Via Vallen mengaku ingin konsisten untuk membawakan lagu-lagu berbahasa daerah. Dia ingin hal tersebut yang menjadi ciri khasnya. "Saya pengennya tetap lagu bahasa daerah. Pengennya tetap menjunjung tinggi lagu Jawa," kata Via Vallen.

Di Yogyakarta Via Vallen akan manggung di Alun-alun Wonosari, Gunungkidul, pada Senin (23/10/2017). Via Vallen bakal manggung dalam Konser Istimewa di Wonosari yang sebelumnya akan diawali dengan kirab budaya menuju Alun-alun Wonosari, Gunungkidul.

Pedangdut Via Vallen mendadak menjadi perbincangan belakangan ini. Hal itu tak lepas dari lagunya berjudul Sayang, yang meledak di pasaran. Via Vallen pun begitu senang karena hal tersebut. Ia merasa perjuangannya tak sia-sia selama ini membawakan lagu Sayang.

"Senang banget, nggak sia-sia perjuangan selama ini untuk membawakan lagu ini dari panggung ke panggung karena memang nggak gampang," ujar Via kepada detikHOT ditemui di kawasan Mampang, Jakarta

Bagi Via, lagunya itu mempunyai cerita panjang. Pertama kali membawakannya di tahun 2014, diakuinya sama sekali tak ada orang yang tertarik terhadap karyanya tersebut.

"Sudah dari tahun 2014 dulu pas dangdutan sama OM Sera di Jawa. Bawain pertama di alun-alun Madiun sama sekali nggak ada yang ikut. Padahal Via ngerasa lagu ini enak. Aku ngerasa lagu ini cocok buat single aku makanya aku ngotot bawain terus," ungkap Via Vallen.

"Pas pertama bawain lagu ini bener-bener orang nggak tahu, sampai setahun mereka baru bisa nyanyi bareng. Baru dari situ Via bawa lagu ini ke TV nasional lewat label dan label Via setuju. Makin enak tuh promo dari TV dan alhamdulilah masyarakat menerima dengan baik. Perjuangan selama ini nggak sia-sia. Mau tampil di mana aja di luar pulau, Via diminta tetap nyanyi lagu Jawa," lanjutnya.

Lagu 'Sayang' sendiri telah dilihat 52 juta orang melalui Youtube hingga saat ini. Via pun tak pernah membayangkan akan sesukses ini. "Iya nggak nyangka segitu banyak," pungkas Via Vallen.

Pedangut memang kerap diidentikan dengan goyangan. Berbeda dengan pedangdut lainnya, Via Vallen justru ogah keluarkan goyangan panas. "Ih penggemar justru malah nggak suka kalau aku joget. Pernah aku coba joget malah aku dibilangin sama penonton, 'Ka Via nggak pantes, ka Via jangan joget biasa ajah gitu','' ujar Via

Usai mendapat teguran dari para penggemarnya yang kerap dipanggil Vianisty tersebut, pelantun lagu 'Sayang' itu tidak lagi pakai goyangan saat manggung. "Mereka nggak rela kalo Via joget, nyanyi sambil joget-jogetan.'' kata Via.

Sebelum menjadi bintang dangdut dengan nama besar saat ini, rupanya Via Vallen memiliki pengalaman buruk. Ia pernah mengalami pelecehan dengan dicolek penonton usai manggung di kota Jombang.

"Ada sih pengalaman panggung yang nggak ngenakin ya. Dulu pernah dicolek sama penonton, karena nggak ngerasa apa ini tuh harus bener-bener diamanin nih harus ada yang jagain harus ada yang ngawal kaya gitu, jadi udah istilahnya diumbar lah istilahnya," paparnya

"Jadi tuh abis itu penonton seenaknya aja pegang-pegang pas turun panggung" tambahnya.

Lantaran tak terima di perlakukan tidak senonoh, Via pun membela diri. Hingga akhirnya polisi datang dan mengamankan orang tak bertanggung jawab tersebut.

"Abis itu berantem-berantem di situ juga aku tonjokin orangnya pas turun panggung, terus Via berhenti nggak mau jalan jadi langsung Via tonjokin dia. Akhirnya polisinya dateng misahin dia juga," beber Via.

Alhasil usai mendapat pengelaman buruk tersebut, pelantun lagu 'Sayang' itu kini lebih ekstra hati-hati. Pedangdut koplo itu pun berharap agar tidak ada kejadian seperti lagi.

"Iya apalagi bener-bener harus dijaga harus bener-bener steril jangan sampe kejadian seeprti itu terulang lagi,'' tukas perempuan kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1991 itu. [detikhot]


Dapatkan lintasan berita Subang via:
Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau


Banner Kanan 1

Twitter Update

Pesantren Darunnajah Jadi Tuan Rumah Kunjungan Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan https://t.co/6eoelIh1DI
Banjir di Perumahan Surya Cigadung Subang https://t.co/qcnW69W19C
Sambut Hari Guru, Ribuan Pelajar dan Guru Jalan Kaki 10 Km https://t.co/fAkIV1Q8Qr
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page