FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

3 Kebiasaan yang Hilang dan Marak Saat Subang Berlakukan PSBB

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Sejak 6 Mei lalu, Kabupaten Subang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. PSBB ini akan berakhir pada 20 Mei mendatang

Selama pemberlakukan PSBB ada yang hilang ada pulang yang kian marak. Dari sejumlah catatan, setidaknya ada tiga hal yang nampak dari sesuatu yang hilang dan marak itu

Tiga Hal yang Hilang:
1. Tidak ada Sholat Taraweh
Penerapan PSBB yang bertepatan dengan Bulan Ramadan, membuat Pemmerintah mengeluarkan kebijakan, menghimbau warga untuk Sholat Taraweh di rumah.

Kebijakan ini dilakukan sebgai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Namun demikian, tidak semua masjid yang tidak melaksanakan. Dari sejumlah informasi yang dihimpun, ada Masjid, khususnya di daerah, yang masih melaksanakan sholat Taraweh

2. Ngabuburit tidak massif
Budaya Ngabuburit yang biasa dilaksanakan setiap sore di Bulan Ramadan, pada tahun ini, khususnya di Subang Kota, tidak nampak titik perkumpulan warga

Pada Ramadan sebelumnya, Alun-alun, Wisma Karya dan Lapangan Sepakola, biasanya menjadi titik kumpul ratusan warga untuk menikmati sore hari menanti adzan Magrhib.

Namun demikian, volume kendaraan di Jalur Protkol masih tampak iring-iringan kendaraan setiap sore, meskipun, jika dibandingkan tahun sebelumnya, cenderung lebih sedikit

3. Tidak Ada Buka Puasa Bersama
Hal yang tidak ada saat Ramadan di tengah pelaksanaan PSBB adalah tidak adanya agenda Buka Puasa Bersama yang kerap menjadi ajang reuni atau silaturahim dengan kolega, rekan sekolah dan lainnya. PSBB mengatur larangan kegiatan Bukber. Bahkan sejumlah tempat kuliner pun tidak sedikit yang memilih tidak membuka.

BACA JUGA:

Jadi Kunci Sukses, Ini 5 Kebiasaan Baim Wong di Balik Aksi 'Prank' Bagi-bagi

Empat Tips Seru Rayakan Lebaran Meskipun Tidak Mudik



Tiga Hal yang Marak:
1. Aksi Berbagi Sembako
Di tengah pandemi dan pemberlakukan PSBB, aksi berbagi antar sesama semakin menampak. Baik yang dilakukan oleh pemerintah, komunitas, organisasi massa atau lainnya. Aksi bagi ini, dari mulai sembako, takjil, masker, atau aksi sosial lainnya.  

2. Kumpul dengan Keluarga
Dampak positif adanya sejumah larangan bersamaan dengan pemberlakukan PSBB adalah semakin banyak waktu untuk bersama keluarga.

Dari mulai buka puasa, sholat taraweh sampai sahur, digelar secara bersama dengan keluarga. Mengingat kegiatan di luar rumah dibatasi bahkan di larang aktivitas yang mengumpulkan banyak orang

3. Diskusi Daring
Alternatif lain, sebagai pengganti ngabuburit adalah dengan menggelar diskusi daring atau online dengan melibatkan banyak orang

Sejumlah aplikasi bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan diskusi daring ini. Bukan saja diskusi yang dilaksanakan oleh komunitas atau organisasi, tidak jarang pemerintah juga melaksanakan rapat koordinasi dengan video confrence.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Perkuat Ekonomi Desa, Pemprov Jabar Kembangkan Desa Digital https://t.co/I8RchrZe1b
PPP Tularkan Gerakan Kebaikan Bagi Generasi Muda Majalengka https://t.co/IGQ2zL0NvW
Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia Tembus 240.687 Kasus https://t.co/OijkA7Y3tc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter