Catat! Ini Resiko Mengerikan Berhubungan Intim di Usia Pelajar

Negara berkembang, seperti Indonesia, menghadapi fenomena menikah dini. Padahal risiko berhubungan seks di usia muda dapat menyebabkan dampat yang mengerikan

Dilansir Siakapkeli.My, Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Muhammad Izzat menjelaskan risiko berhubungan seks di usia muda yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Peran orangtua dalam mengawasi anak menjadi penentu. Mirisnya, terkadang justru orangtua yang memaksakan 'si Upik' untuk menikah diusia dini. Bisa disebabkan, faktor ekonomi, pendidikan hingga pergaulan bebas.

Izzat menekankan pentingnya orangtua memikirkan hal ini. Menikahkan anak di bawah umur bukanlah tindakan yang direkomendasikan. Seksualitas dini meningkatkan kemungkinan terkena kanker serviks.

Saat ini, memang banyak remaja atau masih bersekolah telah melakukan hubungan seks di luar nikah. Ada yang sudah menikah dini di usia 15 tahun dan ada bahkan ada usia 12 tahun!

"Saya tidak yakin apakah mereka benar-benar matang dan siap untuk bertanggungjawab, atau hanya coba-coba untuk membuktikan cinta dengan melakukan seks," tutur Izzat.

Izzat mencontohkan Yelah, yang masih kategori anak-anak yang tidak memiliki pengetahuan bagaimana mencegah kehamilan dan telah melakukan hubungan seks, gadis itu kemudian 'hamil' dan menjadi pasiennya yang termuda, yang pernah ia tangani diusia 12 tahun!

"Jika anak gadis yang tidak memiliki ilmu ini tak tahu apa kemungkinan yg akan terjadi pada mereka jika melakukan hubungan seks pada usia remaja, maka saya merasakan kita harus berbalik kepada peran orang tua atau pengasuhnya dalam memberikan informasi serta pendidikan mengenai pendidikan seks dikalangan remaja," ujar Izzat.

Perlu diingatkan berulang-ulang, seks pada usia dini remaja akan berakibat kanker serviks invasif di kemudian hari. Sistem kekebalan tubuh dan sistem kekebalan (zona transformasi seperti yang ditunjukkan dalam gambar) anak-anak remaja tidak lagi cukup dewasa untuk melawan infeksi apa pun dari virus, terutama virus HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Jadi leher rahim mereka mudah terinfeksi HPV dan kemudian mengubah sel-sel normal sel menjadi serviks menjadi tidak normal dan bisa berubah menjadi kanker. "Jika seorang wanita dewasa mungkin terkena kanker rahim meskipun 'zona transformasi' mereka di leher rahim mereka matang, apalagi remaja perempuan ini?"

'Zona transformasi' di serviks matang pada usia 20 tahun dan jika perlu, pasangan harus menikah setelah usia 20 tahun, tidak lebih dari selusin tahun. Belum lagi kesehatan mental gadis remaja ini untuk membangun rumah tangga, menjalani sulitnya hamil, hingga melahirkan anak. Jika Anda ingin menjelaskan, mereka bisa terhindar dari kemungkin terburuk itu.

Jangan membiarkan mereka bergaul sesukanya, tunjukkan tanggungjawab Anda dengan tidak mengizinkan 'si Upik' menikah dini, Anak laki-laki juga perlu diberikan pengarahan, ayah mereka perlu membuka mata mereka dan membuka pikiran mereka.






FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Investor dari Singapura Lirik Potensi Wisata di Sumedang https://t.co/4Z2RRL1MXo
Akhiri KNM di Desa Sukasari, Mahasiswa Universitas Majalengka Gelar Seminar Digitalpreneur https://t.co/8NPcuCDVmB
Diduga Korupsi Dana Desa, Kejari Indramayu Tahan Kepala Desa https://t.co/kHczaqBY1R
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page