FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mengenal Happy Hypoxia, Gejala Baru Corona



Seiring dengan berkembangnya kasus COVID-19 di seluruh dunia, virus corona juga terus mengalami mutasi genetik. Baru-baru ini ditemukan gejala baru terkait COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Jika selama ini gejala yang paling umum meliputi batuk, demam, dan sesak napas, kini banyak ditemukan pasien positif COVID-19 yang mengalami hypoxemia atau happy hypoxia, kondisi di mana pasien mengalami keadaan kekurangan oksigen namun tidak disertai tanda-tanda dispnea atau kesulitan bernapas.

BACA JUGA:
Covid-19 di Subang, 192 Sembuh, Tujuh Orang Masih Isolasi Mandiri
Kasus Covid-19 Meningkat, Tes Swab Akan Digelar di Seluruh Kecamatan di Majalengka
Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Indramayu Bertambah 3 Orang
Bertambah, Dua Warga Subang Terkonfirmasi Covid-19

“Kondisi ini sangat membingungkan bagi dokter karena bertentangan dengan biologi dasar," kata Martin J. Tobin, MD, spesialis paru dan perawatan kritis di Loyola Medicine and Edward J. Hines Jr. VA Hospital, sekaligus profesor di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine.
 
Dalam penelitian yang melibatkan 16 pasien COVID-19 dengan tingkat oksigen rendah (berkurang sebesar 50% dengan saturasi oksigen darah normal antara 95 hingga 100%) dan tanpa sesak napas, ditemukan bahwa beberapa mekanisme patofisiologis bertanggung jawab atas sebagian besar pasien yang mengalami happy hypoxia.

“Ketika kadar oksigen turun pada pasien COVID-19, otak tidak dapat merespons hingga oksigen turun ke tingkat yang paling rendah, dan pasien biasanya akan mengalami sesak napas,” kata Dr. Tobin seperti dikutip Sciencedaily.

Saturasi oksigen turun drastis

Selain itu, lebih dari setengah pasien dengan happy hypoxia memiliki kadar oksigen dan karbon dioksida rendah sehingga membuat saturasi oksigen turun drastis.

"Mungkin juga virus corona melakukan tindakan aneh pada bagaimana tubuh, membuat tingkat oksigen rendah," kata Dr. Tobin, “Ini dapat dikaitkan dengan menurunnya kemampuan indra penciuman yang dialami oleh dua pertiga pasien COVID-19.”

Sementara dijelaskan oleh dokter spesialis anestesi RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr. Christrijogo Sumartono, dr., Sp. An, KAR, seseorang yang mengalami happy hypoxia biasanya tidak merasa sakit, dan hampir tidak ada gejala corona.

“Biasanya baru ketahuan kalau melakukan aktivitas berat, napasnya jadi terengah-engah, lalu tiba-tiba hilang kesadaran, pingsan, dan meninggal," kata Christrijogo kepada awak media baru-baru ini.

Christrijogo bilang, happy hypoxia bisa dialami oleh pasien COVID-19 tanpa gejala atau asimtomatik dan pasien yang nyaris dinyatakan sembuh. Oleh karena itu, bagi pasien corona yang menjalani isolasi mandiri, harus senantiasa memantau saturasi oksigen.

"Harus hati-hati untuk pasien yang terkonfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Saturasi oksigen harus terus dipantau pakai pulse oximetry yang dipasang di jari. Saturasi oksigen pada orang yang sehat itu antara 95-100,” kata Christrijogo.  

“Pada pasien COVID-19, saturasi oksigen bisa turun 90-93. Bahkan bisa turun lagi sampai 70. Kalaupun orangnya merasa baik-baik saja, tapi kerja otak, paru-paru, dan jantung sudah terganggu.”

Untuk itu, bagi pasien dengan saturasi oksigen 92-93 persen, mereka bisa belajar tidur tengkurap untuk mengistirahatkan paru-paru sakit dan memakai paru-paru sehat untuk bernapas. Menurut Christrijogo, terungkap minimal 12-16 jam nanti terjadi regenerasi perbaikan paru yang sakit, dan saturasi oksigennya mulai naik.  

Sumber: kumparan.com | Foto: Ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ketua Satgas Corona: Carrier Jauh Lebih Berbahaya Daripada Corona https://t.co/wM8EzFOQv0
Acha Septiasa Sempat Dikarantina 2 Kali, Ini Kisahnya https://t.co/Y3z0G4rzyD
Teknologi Biometrik Buatan Anak Bangsa Ini Tembus 25 Besar Terbaik Dunia https://t.co/D0Jm0hbcEc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter