FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sudah Diuji ke Hewan, Vaksin Virus Corona Asal China Diklaim Lebih Manjur



Peneliti Tiongkok disebut tengah mengembangkan calon vaksin virus corona yang menjanjikan. Vaksin tersebut telah diuji coba pada monyet.

Hasil uji coba calon vaksin pada monyet tersebut menunjukkan berhasil memicu antibodi dan tidak menimbulkan masalah keamanan, kata peneliti.

Menurut peneliti itu, uji coba pada manusia tengah dilakukan dan melibatkan lebih dari 1.000 partisipan.

BACA JUGA:
Jelang PSBB Berakhir, Jumlah Kasus Covid-19 di Subang Bertambah 4 Orang
Pulang Dari Jakarta, Seorang Ibu Hamil di Indramayu Positif Covid-19
Majalengka Siapkan 1.800 Tabung VTM untuk Test Swab Massal
Pulang ke Purwakarta, Seorang TKI Dinyatakan Positif Covid-19


Calon vaksin yang diberi nama BBIBP-CorV, menghasilkan antibodi yang mampu menetralisir tinggi dan dapat menghadang virus dari selinfeksi pada monyet, tikus, marmut dan kelinci, menurut peneliti dalam laporan yang dipublikasi secara daring oleh jurnal medis Cell, Sabtu.

"Hasil ini mendukung evaluasi BBIBP-CorV lebih lanjut pada uji klinis," kata peneliti di laporan tersebut dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters via Antara.

BBIBP-CorV, dikembangkan oleh Beijing Institute of Biological Products yang berafiliasi dengan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) milik negara, satu dari lima kandidat Tiongkok yang sedang melakukan uji coba pada manusia.

Disebutkan bahwa lebih dari 100 calon vaksin virus corona masih dalam tahap pengembangan di seluruh dunia.

Calon vaksin terdepan yang saat ini dalam tahap uji coba pada manusia dikembangkan oleh AstraZeneca, Pfizer, BioNtech, Johnson & Johnson, Merck, Moderna, Sanofi serta CanSino Biologics China.

Selain terlihat aman dan mampu menghasilkan respons imun pada hewan, BBIBP-CorV tampaknya tidak memicu antibodi yang bisa menambah infeksi, sebuah fenomena yang dikenal sebagai peningkatan ketergantungan pada antibodi/antibody-dependent enhancement (ADE), kata peneliti, meski hal itu tidak menjamin ADE tidak akan terjadi pada uji coba manusia.

Selain BBIBP-CorV, Sinopharm, yang menggelontorkan 1 miliar yuan (sekitar Rp1,9 triliun) dalam proyek vaksin, sedang menguji coba pada manusia dari calon vaksin lainnya yang dikembangkan oleh unit mereka yang berbasis di Wuhan. Dua suntikan diberikan untuk lebih dari 2.000 orang dalam uji coba klinis.

Sumber: Pikiran-Rakyat.com | Foto: Ilustrasi Vaksin Corona/BBC

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemkab Subang Sampaikan Nota Pengantar RAPBD Perubahan https://t.co/mGooA2xmDc
Gibas Subang Desak Usut Tuntas 'Jual Beli' Jabatan dan Transaparansi Anggaran Covid-19 https://t.co/4kUt6V8Cov
5 Hal yang Harus Diketahui Pria Sebelum Minum Obat Kuat https://t.co/L1Nx5KPUsf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter