IDI Buka Suara Soal Virus Corona di Cuaca Panas



Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia buka suara perihal pernyataan sejumlah pejabat negara yang menilai cuaca panas Indonesia memengaruhi penyebaran virus corona. Menurut Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi, penilaian itu tidak berdasar.

"Jadi teori-teori seperti itu sudah terpatahkan pada saat kita bicara dulu tidak ada virus corona di Indonesia, tapi ternyata akhirnya ada. Ya karena waktu itu ada juga yang mengatakan seperti itu. Buktinya Thailand juga walaupun dengan iklim yang sama dengan Indonesia, Thailand juga sudah ada duluan kan," katanya, baru-baru ini.

BACA JUGA:
Wabah Corona Bikin THR Bakal Nggak Cair, Pemerintahpun Buka Suara
Corona Naik Daun, Harga Jahe di Subang Naik Gila-gilaan
Pemkab Subang Diminta Tangani Dampak Korona Sektor Ekonomi


"Sehingga kita juga tidak bisa mengatakan bahwa di Indonesia ini virusnya akan cepat mati atau cepat hilang karena cuaca tidak mendukung. Kan kita tidak bisa mengatakan seperti itu karena dasar referensi belum ada," lanjut Adib.

Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai faktor cuaca menjadi salah satu aspek yang memengaruhi sebaran wabah Covid-19. Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri dengan topik pembahasan antisipasi mudik melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

"Covid-19 ini kalau kita lihat dengan musim yang ada sekarang, cuaca juga sangat memengaruhi perkembangan Covid-19 ini," kata Jokowi, Kamis (2/4/2020).

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia akan diuntungkan cuaca terkait dengan pandemi Covid-19 yang telah menyebar di seluruh dunia. Keuntungan yang dimaksud karena bulan April disebut sebagai waktu-waktu di mana cuaca panas dan kelembaban udara lebih tinggi dibanding tempat lainnya.

"Indonesia sebenarnya diuntungkan, April mulai masuk kemudian humidity yang tinggi membuat Covid-19 relatif lebih lemah dibanding tempat lain," ujar Luhut.

Namun, kondisi itu tak lantas bisa serta merta membuat virus corona langsung bisa diatasi jika tak ada kerja sama masyarakat. Misalnya tidak menjaga jarak, hingga mengabaikan peringatan pemerintah.

"Tapi kalau jaga jarak tak ketat, terlalu banyak masih berkumpul, tak berlaku mengenai keuntungan kita dari panas dan humidity yang tinggi tadi. Ini harus dicari keseimbanganya," katanya.

Sumber: CNN Indonesia | Foto: Ilustrasi
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200403110351-4-149574/virus-corona-lemah-di-cuaca-panas-ini-penjelasan-idi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-Mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemeriksaan SIKM Bikin Tol Cikampek Menuju Jakarta Macet Sejauh 3 KM https://t.co/WEMdXOpHNw
Hasil Rapid Test, Sebanyak 40 Tenaga Medis RSUD Cideres Negatif https://t.co/m69NPPNTan
Fakta di Balik Trendingnya Karakter Fizi pada Serial Animasi Upin dan Ipin https://t.co/Y8rQLD9X6D
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter