FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

ITCBET

Kenali dan Hindari Penyakit Leptospirosis dari Anak Anda



Nama penyakit Leptospirosis mendadak menjadi sorotan publik belakangan ini, lantaran dikaitkan dengan kejadian banjir yang melanda Jabodetabek pada 1 Januari 2020 lalu. Terlebih saat beberapa media mengabarkan anak-anak yang tempat tinggalnya terkena banjir, justru menjadikan air banjir tersebut sebagai kolam untuk berenang.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini salah satunya ditularkan melalui kencing tikus. Kaitan antara Leptospirosis dan banjir, yaitu air banjir yang kotor dan bercampur limbah kemungkinan terkontaminasi urin tikus.

BACA JUGA: Arsip Nasional RI Buka Posko untuk Layani Korban Banjir

Maka itu, jika anak-anak berenang di air banjir, dikhawatirkan dapat mengalami Leptospirosis. Individu yang terinfeksi Leptospira, umumnya menunjukkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, muntah, penyakit kuning (kulit dan mata menguning), kemerahan pada mata, sakit perut, diare hingga ruam, yang baru muncul satu minggu setelah paparan.

Ahli medis biasanya mendiagnosis pasien dengan penyakit flu atau keracunan makanan, karena gejala-gejala tersebut dinilai tidak cukup spesifik.

Mengutip dari situs Business Inquirer, risiko terkena penyakit Leptospirosis meningkat setelah terjadi hujan lebat dan banjir. Namun siapa pun bisa terpapar meski tidak bersentuhan langsung maupun mencebur ke air banjir.

Perlindungan diri adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit Leptospirosis. Di antaranya sebisa mungkin hindari air banjir - khususnya bagi anak-anak. Jika terpaksa bersentuhan langsung dengan air banjir, kenakan pakaian tertutup dan alas kaki yang melindungi tubuh dari goresan atau terluka. Setelahnya, sesegera mungkin membasuh tangan dan membersihkan diri.

BACA JUGA: 8 Penyakit Ini Biasanya Muncul Setelah Banjir Melanda

Bakteri Leptospira dapat menimbulkan risiko lebih tinggi apabila ada bagian tubuh yang terluka. Akan tetapi tanpa luka pun, bakteri ini bisa menembus tubuh melalui selaput lendir mata, hidung, dan mulut. Berjalan di daerah berlumpur, tempat-tempat yang penuh sampah juga berisiko.

Sumber: AyahBunda | Foto: Pexels

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah Kebijakan 'Kampus Merdeka' Nadiem Makarim https://t.co/HxI6GE5DtT
Kampanye Ramah Lingkungan, Puluhan Pecinta Reggae di Subang Gelar Aksi Bersih-bersih https://t.co/t6aJGywJAY
Antisifasi Coronavirus, BIJB Majalengka Dilengkapi Alat Pendeteksi Virus Cc @infobijb https://t.co/BTkD4C99xL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page