FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Waspada Hamil Anggur, ini 4 Langah Pencegahannya


Tanda positif pada test pack tidak selalu diikuti oleh kelahiran bayi sembilan bulan kemudian. Salah satu penyebabnya adalah hamil anggur atau molar pregnancy.

Dilansir dari WebMD.com ternyata 1 dari 1.000 kehamilan di Amerika Serikat bisa mengalaminya. Kehamilan anggur adalah kondisi plasenta yang abnormal sebagai hasil dari kelainan genetik saat proses pembuahan. Alhasil sel telur yang telah dibuahi tidak dapat bertahan setelah beberapa minggu kehamilan. Ingin mencegah risiko hamil anggur tersebut? Simak empat caranya berikut ini.
 
Kondisi ibu hamil
Peluang hamil anggur akan meningkat pada ibu hamil yang berusia lebih muda dari 20 atau di atas 35 tahun, pernah mengalami kondisi serupa, pernah keguguran pada kehamilan sebelumnya, serta punya masalah kesuburan yang menyebabkan dirinya sulit hamil. Sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter apabila Bunda mengalami beberapa kondisi di atas untuk mencegah kekecewaan.
 
Periksa sedini mungkin
Hamil anggur bisa terdeteksi melalui pemeriksaan USG untuk melihat ‘langsung’ ke dalam rahim atau melalui tes darah. Pada kehamilan normal hormon HCG (human chorionic gonadotropin) akan meningkat, sementara kadar HCG pada hamil anggur akan terdeteksi lebih banyak dari seharusnya. Dilansir dari Americanpregnancy.com, hamil anggur terbagi menjadi dua: lengkap dan parsial.

Pada hamil anggur lengkap (complete molar pregnancy) hanya ada plasenta tanpa janin menyerupai kantung buah anggur kosong yang akan terlihat melalui pemeriksaan USG. Pada hamil anggur parsial (partial mole pregnancy) embrio mengandung sel-sel abnormal yang memiliki cacat lahir parah. Jika kembar maka embrio yang abnormal akan ‘memakan’ embrio sehat. Oleh karena itu, akan lebih baik bila kondisi ini diketahui sedini mungkin.
 
Mengetahui gejalanya
Pada beberapa kasus yang sudah terjadi, selain peningkatan kadar HCG, gejala hamil anggur yang harus diwaspadai di antaranya bercak darah maupun pendarahan pada vagina setelah 3 bulan kehamilan, rasa mual dan muntah yang melampaui batas normal, munculnya komplikasi seperti penyakit tiroid, gejala preeklampsia awal, adanya tekanan hingga nyeri pada tulang panggul, serta tidak adanya pergerakan maupun detak jantung janin.   
 
Menunda kehamilan
Cara termudah untuk memastikan Anda tidak akan mengalami kehamilan anggur adalah dengan tidak hamil. Bagi perempuan yang pernah mengalaminya harus segera berkonsultasi dengan dokter bila ingin mencoba hamil lagi. Pastikan bagaimana peluang Anda dengan kehamilan berikutnya dan bagaimana untuk memonitor kandungan yang bermasalah. Fyi, peluang hamil anggur berkurang sekitar 1-2% pada kehamilan berikutnya. Umumnya dokter akan merekomendasikan perempuan dengan masalah kehamilan ini agar menunda kehamilan setidaknya selama satu tahun.  

[ayahbunda]

FOLLOW SOCMED:
FB & IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kejari Subang Sudah Kantongi Calon Tersangka Kasus BPR Syariah https://t.co/X8a1210mCx
Polres Bogor Bekuk Komplotan Begal Sadis Bersenjata Api dan Samurai https://t.co/FR1Efa9hvg
LSM AKSI Dorong Kejari Usut Semua Kasus Korupsi di Subang https://t.co/roU3bBjulJ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page