Dinkes Subang: Pernikahan Dini Bisa Pengaruhi Anak Stunting

Pernikahan dini atau usia di bawah 20 tahun bisa berkontirbusi anak menjadi stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Subang dr Ahmad Nasuhimenyebutkan ada beberapa faktor terjadinya gagal perkembangan tubuh anak atau stunting.

BACA: Subang Masuk dalam Kabupaten dengan Preparansi Stunting Tertinggi di Jabar

Anemia atau kekuarang darah, konsumsi ibu hamil tidak bagus bisa jadi faktor penyebab anak yang dilahirkan stunting. "Pernikahan dini pun bisa berkontibusi. Karena alat reproduksinya belum kuat," kata dr Ahamd

Sementara upaya pencegahan yang bisa dilakukan, jelas Ahmad, ibu hamil harus mendapatkan asupan bergizi dan cek kehamilan secara rutin. Pada saat anak lahir, jelas Ahmad, bayi harus mendapatkan ASI ekslusiv dan
imunisasi.

"Dari ibu hamil sampai anak usia 2 tahun ini, merupakan 1000 hari pertama anak. Sejak dari kandungan anak harus mendapatkan asupan yang baik," terangnya

Pencegahan anak stunting bisa diupayakan saat anak berusia di bawah 2 tahun. Di atas usia itu, kata Ahmad, sulit dilakukan. "Anak yang stunting ini akan berpengaruh pada perkembangan anak, sulit untuk memahami dan pada saat dewasa nanti rentan terkena penyakit seperti struk asam urat, jantung, darah tinggi dan lainnya," paparnya

"Secara fisik kondisi tubuh anak toidak berkembang. Tapi harus diketahui, tidak semua yang se[erti itu disebut stunting," pungkasnya

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak anak dari gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memada


Follow Socmed:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Investor dari Singapura Lirik Potensi Wisata di Sumedang https://t.co/4Z2RRL1MXo
Akhiri KNM di Desa Sukasari, Mahasiswa Universitas Majalengka Gelar Seminar Digitalpreneur https://t.co/8NPcuCDVmB
Diduga Korupsi Dana Desa, Kejari Indramayu Tahan Kepala Desa https://t.co/kHczaqBY1R
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page