Tragis! Anak Gizi Buruk Justru Didiominasi di Subang Kota

Masalah anak berusia di bawah lima tahun yang mengalami gizi buruk, justru terdapa di Pusat Kota Subang. Dinas Kesehatan Subang menyebutkan, jumlah Gizi Buruk di Kecamatan Subang ini berada di posisi teratas dibanding Kecamatan lainnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Subang Syamsu Riza menyebutkan, jumlah penderita Gizi Buruk di Kabupaten Subang sebanyak 218 anak berusi 0-9 bulan atau sekitar 0.19% dari jumlah bayi sebanyak 113.980. Dari jumlah tersebut, saat ini tinggal 51 bayi yang sedang dalam penangan dan pemantauan Dinkes.

76 Ribu Balita di Subang Terancam Gizi Buruk

Istilah gizi buruk, pihak Dinkes menggunakan istilah sangat kurus dan kurus. "Totalnya 218 bayi berumur 0-9 bulan. Tapi sekarang tinggal 51 bayi yang asih dalam pantauan kami, sisanya alhamdulilah sudah kembali normal. Di kita istilahnya sangat kurus. Nah untuk bayi yang kurus sebanyak 1.777 bayi atau sekitar 1,56% dari 113.980 bayi," kata Syamsu Riza kepada TINTAHIJAU.com

Data bayi ini mengkarifikasi data sebelumnya yang menyebutkan ada sekitar 7600 anak balita mengalami gizi buruk dan 76 ribu dalam kondisi terancam. Data ribuan bayi itu, sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Ade Rusyiana selepas Apel Senin pagi pekan lalu.

Di Luar Kecamatan Subang, Syamsu merinci ada empat kecamatan lain yang masuk dalam lima besar kasus gizi buruk. Seperti Kecamatan Ciater sebnayak 20 bayi, Kecamatan Pagaden 13 bayi, Cikaum sebanyak 19 bayi, Tambakdahan sebanyak 12 bayi dan Blanakan sebanyak 12 bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Subang, dr Meity Damayanti menyatakan tingginya kasus Gizi Buruk di Pusat Kota Subang ini dibanding daerah lain, salah satunya faktor urbanisasi atau kepadatan penduduk. dr Meity mengungkapkan masalah lingkungan bisa berkontribusi atas gizi buruk anak.

"Banyak faktor yang menyebabkan gizi buruk ini, tentunya masalah ekonomi, asupan gizi kurang, ada riwayat kesehatan ibu, dan penyakit penyerta. Termasuk masalah lingkungan," kata dr Meity.

Meity juga mengingatkan, ibu hamil untuk memerhatikan asupan gizinya dan menerapkan pola makan dan hidup sehat. Untuik memantau kasus gizi buruk, pihak Dinkes mengoptimalkan peran puskesmas dan bidan untuk ditindaklanjuti.

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 1

Twitter Update

Warga Desa Singawada Doakan Karna Sobahi Jadi Bupati Majalengka https://t.co/yGR5oEbGuA
Hindari Penyimpangan ADD, Puluhan Kades Gelar Bimtek di Purwadadi Subang https://t.co/8cXRIVJNan
Ada BIJB, Maman: Majalengka Harus Berdaya, Rakyatnya Sejahtera Cc @kang_maman72 @infobijb https://t.co/DUgucfVL0p
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page