FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Jangan Panik Jika Anak Kejang, Tangani Dengan Cara Ini



Pernahkah si kecil tiba-tiba kejang? Jangan dulu panik, baiknya Bunda kenali sebab dan cara mengatasi anak kejang.

Kejang disebabkan oleh gelombang aktivitas listrik yang terjadi tiba-tiba di otak. Kejang biasanya memengaruhi tindakan seseorang untuk waktu yang singkat.

Seseorang yang kejang mungkin kolaps, gemetar tak terkendali, atau bahkan hanya menatap ke angkasa. Semua ini adalah gangguan singkat pada fungsi otak. Namun datangnya seringkali dengan kehilangan atau perubahan kesadaran. Kejang bisa menakutkan, tapi paling lama hanya beberapa menit, berhenti sendiri, dan tidak mengancam jiwa. Demikian ulasan dilansir Kids Health.

BACA JUGA: Bangun Kedekatan Ibu dan Anak Dengan Cara Ini

Menurut William R. Turk, MD, kepala Divisi Neurologi di Nemours Children's Clinic di Jacksonville, Florida, mendiagnosis kejang bukan hal mudah. Karena kejang kadang berakhir begitu cepat, sehingga dokter mungkin tidak langsung melihatnya.

"Tidak ada yang bisa memprediksi kejang terjadi. Kita juga tidak bisa menolong ketika seseorang jatuh ke tanah, gemetar, dan tidur selama tiga jam," jelas Turk, dikutip dari Web MD.

Turk menambahkan, kejang yang seperti mematung atau menatap kadang luput dari perhatian. Meski begitu, orang tua tak perlu khawatir ketika melihat anaknya menatap ke arah TV saat menonton kartun kesukaan mereka. Sebagian besar anak-anak yang melamun itu benar-benar melamun, belum tentu kejang. Namun, perhatikan ketika anak-anak melakukan sesuatu atau sedang bicara tiba-tiba berhenti.

Selain itu untuk mendiagnosis jenis kejang, dibutuhkan tes medis. Karena untuk kondisi berbeda, seperti migrain, penyakit psikologis, atau bahkan keracunan obat, kadang diagnosis kejang bisa keliru. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk tahu lebih dalam.

BACA JUGA: Peneliti Menemukan Adanya Ikatan Kuat Antara Ibu dan Anak Perempuan

Lebih lanjut, jika anak mengalami kejang untuk pertama kalinya, pastikan anak berada di tempat yang aman, sehingga dia tidak bisa terluka. Tempatkan anak di tanah atau lantai yang aman. Berikut ini beberapa cara untuk menangani anak kejang:

1. Jauhkan semua benda di dekatnya, terutama benda berbahaya.

2. Longgarkan pakaiannya, terutama di sekitar kepala atau leher.

3. Jangan mencoba membuka mulut anak atau meletakkan benda di antara gigi, dan jangan mencoba menahan gerakan.

4. Setelah kejang tampaknya berakhir, dengan lembut hibur dan lindungi anak. Yang terbaik adalah biarkan anak tetap berbaring sampai mereka pulih sepenuhnya dan ingin bergerak.

Bunda juga bisa langsung hubungi pihak medis jika kondisi anak:

1. Kesulitan bernafas
2. Terjadi perubahan warna kebiruan di kulit
3. Mengalami cedera kepala
4. Memiliki sakit tertentu, seperti kondisi jantung yang kurang baik
5. Belum pernah kejang sebelumnya
6. Mungkin tertelan racun, obat-obatan, dan lain-lain

Jika sebelumnya anak menderita kejang, hubungi pihak medis jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, atau karena alasan tertentu yang sangat mengkhawatirkan. Jika anak bernapas dengan normal dan kejang berlangsung hanya beberapa menit, Bunda bisa menunggu untuk kemudian baru memanggil dokter.

Sumber: HaiBunda | Foto: iStock

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

81 Orang Sembuh, Kasus Positif Covid-19 di Subang Tersisa 1 Orang https://t.co/dKm8GMXDzx
Ledakan di Libanon Berasal dari Zat Amonium Nitrat https://t.co/CAp6tbT2MY
Majalengka Belum Miliki Makanan Unggulan Khas Daerah https://t.co/e5OnZqG9dy
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter