Punya Balita?, Kenali Masalah Ruam Popok Ini



Penggunaan pospak atau diaper/popok sekali pakai memang lebih praktis ketimbang popok kain. Tetapi, pemakaian popok yang terlalu lama dapat menyebabkan ruam pada kulit bayi. Penyebab ruam popok sendiri bermacam-macam, mulai dari air seni si kecil hingga makanan baru yang dikonsumsinya. Berikut beberapa penyebab ruam popok dan penjelasannya...

BERITA TERKAIT:

Kenali Tandanya Jika Bayi Bahagia
Cara Memilih Stroller (Kereta Bayi) Yang Cocok untuk Bayi Kamu
Peneliti Ungkap Komunikasi Antara Ibu dan Bayi di Rahimnya

• Basah
Dilansir dari Babycentre.co.uk, popok berdaya serap tinggi pun masih dapat membuat kulit si kecil lembap. Nah, ketika urine bayi bercampur dengan bakteri dari tinja, maka 'berubah' menjadi amonia yang sangat keras bagi kulit. Itu sebabnya bayi dan balita yang sering buang air besar atau diare lebih rentan terhadap ruam popok. Membiarkan si kecil memakai popok basah atau kotor dalam waktu terlalu lama biasanya membuatnya mengalami ruam popok, sementara anak dengan kulit sensitif sangat berisiko mengalami ruam popok, bahkan jika Bunda termasuk rajin mengganti popok.
 
• Gesekan dan sensitivitas bahan kimia
Ruam popok pada bayi juga mungkin disebabkan oleh bahan popok yang menggosok kulitnya, terutama jika ia sensitif terhadap bahan kimia, seperti wewangian pada pospak atau detergen cucian yang digunakan untuk mencuci popok kain.
 
• Makanan baru
Ruam popok juga sering terjadi ketika anak Anda pertama kali mulai mengonsumsi makanan padat atau mencoba makanan baru. Setiap makanan baru mengubah komposisi tinja, tetapi asam dalam makanan tertentu (seperti stroberi dan jus buah) bisa sangat menyusahkan bagi beberapa anak. Makanan baru juga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar si kecil. Jika bayi masih minum ASI, maka kemungkinannya ia mengalami reaksi terhadap sesuatu yang Bunda konsumsi--meskipun bayi ASI biasanya lebih kecil kemungkinannya terkena ruam popok.
 
• Infeksi bakteri atau ragi
Area popok yang hangat dan lembap adalah kondisi favorit bagi bakteri dan jamur. Jadi mudah bagi keduanya untuk berkembang di sana dan menyebabkan ruam, terutama di celah-celah dan lipatan kulit bayi. FYI, sariawan adalah jenis infeksi ragi oral dan beberapa anak dengan sariawan dapat mengalami infeksi jamur di area popok mereka.

• Antibiotik
Anak-anak yang menggunakan antibiotik atau anak ASI yang ibunya mengonsumsi antibiotik kadang-kadang mendapatkan infeksi jamur karena obat ini membunuh bakteri baik. Antibiotik juga dapat menyebabkan diare dan menimbulkan ruam popok.
 
Kapan harus membawa si kecil ke dokter?
Sebenarnya dengan ketekunan Bunda dapat mengobati ruam popok pada kulit si kecil dalam waktu 3-4 hari tanpa kunjungan ke dokter. Namun, bila ruam terlihat mulai infeksi sebaiknya segera kunjungi dokter. Tanda-tanda infeksi meliputi lepuh, jerawat yang dipenuhi nanah, maupun luka terbuka. Dokter mungkin meresepkan antibiotik topikal atau oral untuk anak Anda. Untuk ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur, dokter mungkin merekomendasikan krim atau salep antijamur yang dijual bebas atau diresepkan.

Sumber: AyahBunda | Foto: Pexels

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Brimob Cilik Siap Sambut Kunjungan Kapolda di Majalengka https://t.co/UsIgDP8H3t
Bagaimana Agar Makanan Tidak Cepat Basi? https://t.co/4v8TOmg28R
Balada Pacul Impor Yang Makin Melonjak https://t.co/cldt5ka7Ch
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page