Studi: Depresi pada Ibu Bisa Bikin IQ Anak Rendah

Menjalani peran sebagai ibu tentu tidak mudah. Ada beragam urusan yang harus diselesaikan setiap hari. Semua itu tentu sangat menguras energi. Meski demikian, menjadi ibu tetap harus tabah dan sebisa mungkin menghindari depresi.

Kalau tidak, depresi tersebut dapat memengaruhi anak. Bahkan, penelitian terbaru dari University of California mengungkapkan, bahwa anak-anak yang tumbuh dari ibu yang depresi cenderung memiliki IQ yang lebih rendah.

Para peneliti berteori, bahwa ibu yang mengalami depresi mungkin kesulitan mengajak anak bermain. Sebab, salah satu gejala depresi adalah mengisolasikan diri dan tidak tertarik pada kegiatan yang menyenangkan.

Padahal, bermain adalah sarana belajar anak, dan ibu adalah teman bermain pertama bagi anak. Untuk menguji teori ini, para peneliti melakukan survei terhadap 900 anak yang sehat dan ibu mereka yang tinggal di Santiago, Chile. Mereka melakukan survei lima tahun sekali, sejak anak-anak tersebut masih bayi hingga usia 16 tahun.

Para peneliti mengamati sikap responsif dan kasih sayang ibu terhadap anak. Peneliti juga mencari tahu tentang berapa banyak ibu yang memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Ada pula tes IQ pada anak dan uji gejala depresi pada ibu.

Dr. Patricia East dari University of California San Diego School of Medicine mengatakan, “Kami menemukan, bahwa ibu yang sangat depresi tidak menyediakan bahan belajar untuk mendukung anak mereka, seperti mainan dan buku. Pada gilirannya, hal ini berdampak pada IQ anak.”

Anak yang memiliki ibu yang mengalami depresi punya nilai IQ yang lebih rendah, dibandingkan anak yang memiliki ibu tanpa depresi. East mengatakan bahwa, ada banyak pemicu stres pada ibu dalam penelitian ini.

“Sebagian besar ibu, meskipun terpelajar, tidak bekerja di luar rumah, dan tinggal bersama keluarga besar di rumah kecil yang penuh sesak. Faktor-faktor ini mungkin berkontribusi pada depresi mereka,” ungkap East.

Banyak pula ibu yang menderita depresi dalam enam bulan pertama setelah melahirkan. Lantas, pada beberapa ibu, depresi tersebut tetap ada. Tidak hanya dapat memperlambat perkembangan bayi, depresi pada ibu juga dapat memengaruhi perkembangan mental dan kognitif anak, yang terus berlanjut sampai masa remaja.

Anak juga berisiko mengalami keterlambatan bicara, bahkan gangguan perilaku seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Menurut penelitian, upaya memerangi dan mengobati depresi pada ibu dapat membantu mengurangi beban penyakit mental pada generasi mendatang. [uzone]


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Banner Kanan 3
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Sehari Jelang Pensiun, Plt Bupati Subang Lantik 20 Kades https://t.co/P3zUNzuLL2
KPK Dikabarkan OTT di Kementerian Pemuda dan Olahraga https://t.co/gIp23tUIQ5
Sempat Panik, Ratusan Pejabat dan Kades di Sumedang test Urine https://t.co/xoP8781Jf1
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page