Kenali Infeksi Rubella, Jangan Sampai Balita jadi Korban

Jangan sepelekan si kecil jika terus-terusan rewel. Coba perhatikan, apakah si kecil rewel disertai menggulatkan tubuhnya sambil menjulurkan lidahnya? Jika ya, harus berhati-hati si kecil mengalami Congenital Rubella Syndrome (CSR). Kondisi yang membuat tumbuh kembang anak terlambat. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan otak dan dapat terjadi kekakuan pada tubuh.

TINJAU BERITA LAIN:
Anak Lahir Caesar Berisiko Lebih Tinggi Derita Alergi
4 Hal yang Perlu Wanita Ketahui saat Memiliki Bayi Pertama
Hati-hati! 8 Makanan Ini Pemicu Keguguran

Sebab biasanya ketika anak menggulat, kita banyak beranggapan si kecil begitu lucu, atau ketika si kecil tidur dengan kepala mendongak. Padahal si kecil sedang merasa tidak nyaman karena tubuhnya yang kaku. Lalu apa itu CSR?

Dr. Caessar Pronocitro, spesial anak menjelaskan, infeksi rubella disebabkan oleh rubella virus, bisa menginfeksi individu di usia berapa pun. Gejalanya terdiri atas demam, ruam kulit, bisa juga nyeri sendi pada anak yang lebih besar. Penyakit ini bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri seiring dengan dibersihkannya virus oleh daya tahan tubuh.

Sayangnya, yang lebih berbahaya adalah bila infeksi rubella terjadi pada wanita hamil, karena virus bisa menembus plasenta. Ini juga bisa menginfeksi janin dan menyebabkan kelainan yang berat. Biasanya berupa gangguan perkembangan otak, katarak, ataupun kelainan jantung.

"Kalau terinfeksi rubellanya setelah lahir maka tidak berat. Tetapi kalau infeksinya saat di dalam kandungan maka gejalanya berat saat bayi lahir," ujar dr. Caessar

karena itulah, dr. Caessar menyarankan untuk melakukan imunisasi vaksin Maesles Rubella (MR) yang dapat melindungi dari infeksi rubella. Vaksin ini begitu bermanfaat bagi anak agarĀ  tidak terinfeksi rubella, serta saat anak sudah besar maka saat hamil nantinya juga tidak terinfeksi rubella. Terpenting si kecil tidak menulari ibu hamil yang ada di sekitarnya.

"Vaksinasi rubella penting agar seorang individu tidak terinfeksi rubella, baik saat masih kecil maupun saat nanti telah dewasa dan mengandung anak," tambahnya.

Nah, baiknya ketika seorang wanita sedang merencanakan kehamilan, dr. Caessar menyarankan untuk konsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan, mintalah untuk cek TORCH (toxoplasma, rubella, CMV, herpes). Jika terbukti negatif, baru rencanakan kehamilan. Sebab, jika sudah terlanjur mengandung, lalu baru terdeteksi ada infeksi rubella, tidak ada lagi yang bisa dilakukan.

Walau saat ini memang vaksin MR sedang sulit didapatkan, namun pada Agustus sampai dengan September 2017 pemerintah akan memberikan imunisasi MR secara gratis di seluruh pulau Jawa. Imunisasi ini juga bisa dilakukan di Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat. Program pemerintah untuk imunisasi MR ditujukan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

"Vaksinnya memang sudah lama tidak tersedia, namun ibu bisa secara gratis mendapatkannya pada Agustus-September saja, karena sedang program pemerintah. Semoga di tahun depan vaksin ini mudah didapatkan. Sebab vaksin MR yang diberikan pada anak, kekebalannya akan bertahan hingga dewasa," tutupnya. [vemale.com]

_____________
Dapatkan lintasan berita Subang via:

Follow Twitter: @tintahijaucom
Like Faceboook: Redaksi Tintahijau
Iklan & Promo: 089624350851


Twitter Update

Pedangdut Via Vallen dan Konsistensi Lagu Daerah https://t.co/33mftfbshA
Gubernur Anies: ASN Bukan untuk Dimusuhi tetapi Dibina https://t.co/Rtit2O2yEj
Maju dari Perseorangan, Endang Kosasih Data KTP Dukungan https://t.co/OpkB3dQTWk
Follow TINTAHIJAU.COM on Twitter

Facebook Page